Pembangunan PLTS di Kepri Masih Belum Ada Titik Terang

dirut bank riau kepri syariah
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Gokepri.com/Engesti

Batam (gokepri.com) – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau proyek energi bersih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih belum ada titik terang.

Padahal pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) internasional, yakni Quantum Power Asia dan ib vogt, telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Belum ada kita masih rekomendasi-rekomendasi aja,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Selasa 4 Juli 2023.

Baca Juga: Sembcorp Akhiri Perjanjian Pengembangan PLTS di Batam-Bintan-Karimun

Mantan bupati Bintan itu mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Kepri masih menunggu kebijakan akhir dari pemerintah pusat terkait realisasi PLTS di Kepulauan Riau.

“Kemarin ada permintaan pemerintah pusat harus dibangun hilirisasi. Tapi, Masih simpang siur lah tunggu aja nanti finalisasi,” kata dia.

Meski begitu, pihaknya mendukung penuh kolaborasi pembangunan PLTS ini dengan pihak Quantum Power Asia dan ib vogt. Sebab, selain berdampak positif bagi perekonomian, proyek ini dinilai sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menggencarkan transisi energi.

“Yang penting bisa memenuhi kebutuhan kita di dalam negeri baru nanti diekspor,” kata dia.

Sebelumnya, Dua perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) internasional, yakni Quantum Power Asia dan ib vogt, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

MoU tersebut terkait rencana pembangunan PLTS di Kepri yang disebut bakal menjadi PLTS terbesar di dunia dengan nominal Rp71.8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN