Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tengah merencanakan pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat. Proyek monumental ini diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp89,9 miliar.
Sebesar Rp25 miliar telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, sementara sisanya, sekitar Rp65 miliar, diharapkan dapat didukung oleh pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan rencana pembangunan monumen tersebut saat mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerjanya di Tanjungpinang, Senin 9 September 2024.
Baca Juga: Jembatan Babin hingga Monumen Bahasa, Harapan Gubernur Kepri untuk Presiden Terpilih
Ansar mengatakan monumen ini akan memiliki makna yang sangat penting bagi pelestarian Bahasa Indonesia, sekaligus mengukuhkan Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat sejarah dan budaya Melayu.
“Monumen ini sangat diperlukan sebagai upaya menjaga warisan budaya kita dan menghargai sejarah penting terbentuknya Bahasa Indonesia. Raja Ali Haji telah memberikan kontribusi besar melalui karyanya seperti Gurindam Dua Belas dan kitab pengetahuan bahasa,” ujarnya, dikutip dari siaran persnya.
Monumen tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 m² di Pulau Penyengat. Selain menjadi daya tarik wisata budaya, monumen ini juga akan menjadi pengingat akan peran besar Raja Ali Haji dalam persatuan bangsa melalui Bahasa Indonesia.
“Kami telah mengalokasikan Rp25 miliar dalam APBD 2025, namun masih memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp65 miliar. Harapan kami, Bapak Wakil Presiden dan Kementerian PUPR dapat memberikan bantuan tersebut,” kata Ansar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









