PELNI Angkut Lebih dari 5 Juta Penumpang Selama 2025, Batam-Belawan Tersibuk

Pelni Nataru
Keterangan foto: Direktur Utama PT PELNI Tri Andayani meninjau kesiapan layanan angkutan Natal dan Tahun Baru di atas KM Nggapulu saat sandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, Kamis (18/12/2025). Dok. Pelni

BATAM (gokepri) — Transportasi laut kembali menegaskan perannya sebagai urat nadi mobilitas antarpulau. Sepanjang 2025, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatat jumlah penumpang mencapai 5.154.080 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target.

Direktur Utama PELNI Tri Andayani mengatakan capaian tersebut setara dengan 101,15 persen dibanding realisasi 2024 yang tercatat 5.095.483 penumpang. Lonjakan ini, kata dia, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut nasional.

“Peningkatan ini bukan hanya soal angka, tapi juga kepercayaan publik. Kami terus memperbaiki layanan, menjaga kesiapan armada, dan memastikan operasional berjalan konsisten sepanjang 2025,” ujar Tri Andayani dalam keterangan resmi, Senin 5 Januari 2026.

Dari total penumpang tersebut, kapal penumpang melayani 4.472.918 orang atau 109,10 persen dari target 4,1 juta penumpang. Sementara kapal perintis—yang melayani wilayah terpencil dan perbatasan—mengangkut 681.162 penumpang, melampaui target 652.417 penumpang.

Menurut Tri, tingginya minat masyarakat menegaskan bahwa PELNI masih menjadi tulang punggung transportasi laut, terutama di wilayah kepulauan yang bergantung pada konektivitas antarpulau.

“Lebih dari 5,1 juta penumpang sepanjang 2025 menunjukkan layanan PELNI tetap relevan dan dibutuhkan,” katanya.

Wilayah Tengah Paling Dominan

Berdasarkan sebaran wilayah, Indonesia bagian tengah menjadi penyumbang terbesar dengan 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang. Disusul wilayah timur dengan 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang. Data ini kembali menegaskan peran strategis PELNI dalam menghubungkan wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Sepanjang tahun lalu, ruas pelayaran terpadat didominasi jalur barat–tengah. Rute Belawan–Batam tercatat sebagai yang paling sibuk dengan 131.369 penumpang, disusul Batam–Belawan sebanyak 124.143 penumpang. Rute lain yang padat antara lain Makassar–Bau-Bau dan Batam–Tanjung Priok.

Pelabuhan Makassar menjadi simpul tersibuk, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Pelabuhan padat lainnya meliputi Ambon, Bau-Bau, Surabaya, dan Tanjung Priok.

Batam Naik 12 Persen

Di Batam, tren serupa juga terlihat. Kepala Cabang PELNI Batam Edwin Kurniansyah mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari Batam sepanjang 2025 mencapai 184.462 orang, naik 12 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 163.266 penumpang.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Batam yang terus memilih kapal PELNI sebagai moda transportasi laut ke berbagai daerah,” ujar Edwin.

PELNI menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan agar transportasi laut tetap aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung pemerataan akses dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: MUDIK NATARU: Kapal Pelni Jadi Andalan, Rute Belawan Paling Padat dari Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait