Pelantikan Rudi-Amsakar Diusulkan Serentak dengan Ansar-Marlin 26 Februari

Pelantikan rudi-amsakar
KPU Batam menyerahkan surat penetapan wali kota dan wakil wali kota Batam terpilih kepada Muhamamad Rudi dan Amsakar Achmad di Hotel Harris Batam Centre, Jumat (19/2/2021). (Foto: Gokepri/Ard)

Batam (Gokepri.com) – Pelantikan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Batam diusulkan lebih awal pada 26 Februari 2021. Nasdem ingin menghindari kekosongan jabatan saat masa jabatan keduanya habis.

Menurut Sekretaris DPW Nasdem Kepri, Muhammad Kamaluddin, masa jabatan Rudi-Amsakar akan berakhir pada 14 Maret 2021 sehingga akan dilantik saat gelombang kedua. Mengacu surat edaran Kementerian Dalam Negeri, kepala daerah yang masa jabatannya habis pada bulan Maret, akan dilantik pada gelombang kedua, akhir April. Jadwal pelantikan ini menyesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing.

Namun Nasdem ingin Rudi-Amsakar dilantik pada gelombang pertama 26 Februari, serentak dengan pelantikan Ansar Ahmad-Marlin Agustina yang terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2021-2024.

“Semoga saja bisa mengejar di 26 Februari karena untuk Kepri dan Batam sudah diparipurnakan,” kata Kamaluddin di sela-sela rapat kerja nasional khusus Nasdem, Selasa (23/2/2021).

Kamaluddin beralasan pelantikan lebih awal untuk merespons kekosongan kepala daerah di Batam mulai 14 Maret hingga pelantikan pada akhir April. Jika Rudi-Amsakar dilantik pada gelombang kedua, maka Batam akan dipimpin penjabat kepala daerah. “Sebenarnya kami dari tim Ramah tidak ada masalah, cuma ketika (dijabat) Plt (Pelaksana tugas) ada proses lagi,” sambung dia.

DPRD Batam, lanjut Kamaluddin, juga turut merespons potensi kekosongan hingga pelantikan. Lembaga legislatif ingin menyegerakan pelantikan Rudi-Amsakar dengan alasan Plt tidak bisa mengambil keputusan strategis dan penting melainkan hanya menjaga stabilitas pemerintahan sampai kepala daerah definitif dilantik.

“Menurut hemat kami, kami bermaksud menyegerakan,” tutur dia.

DPRD Batam sudah melayangkan surat ke Menteri Dalam Negeri melalui Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Suhajar Diantoro. Menurut Kamaluddin, surat berisi usulan pelantikan Rudi-Amskar bisa dijadwalkan pada gelombang pertama 26 Februari 2021. “Surat sudah ditandatangani Plt (Gubernur),” ungkap Kamaluddin.

|Baca Juga: Nasdem Tatap Pemilihan 2024

Sementara itu, pekan lalu Kemendagri menyatakan pelantikan kepala daerah terpilih dilaksanakan secara virtual demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Bupati, wali kota dilantik di ibu kota provinsi, gubernur yang akan melantik tetap berada di ibu kota provinsi, sementara bupati wali kota berserta wakil-wakilnya berada di daerah masing-masing,” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, pekan lalu.

Pelantikan juga akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Akmal mengatakan kapasitas ruangan maksimal hanya 25 orang dan wajib menjaga jarak.

Kementerian Dalam Negeri mengumumkan untuk melantik kepala daerah secara serentak pada 2021 dalam tiga tahap. Pelantikan kepala daerah ini berdasarkan hasil dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang telah digelar pada 9 Desember 2020.

Serentak tahap pertama pada 26 Februari, serentak tahap 2 akhir April, dan serentak tahap 3 Juli 2021.

Pelantikan yang tak serentak ini karena belum semua kepala daerah menyelesaikan masa jabatannya.

Berdasarkan catata Kemendagri, ada 207 yang habis masa jabatannya pada Februari, kemudian ada 13 yang habis masa jabatannya Maret, 17 daerah pada bulan April, ada 11 di bulan Mei dan ada 17 di bulan Juni. Kemudian satu daerah di bulan Juli, di bulan September satu lagi, satu di Februari 2022.

(Eri)

|Baca Juga:

BAGIKAN