Pekerja Migran Tiba di Batam, Sebagian Positif Covid-19

Inspeksi mendadak (sidak) di salah satu hotel yang menjadi tempat isolasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Batam, Senin (16/8/2021).
Inspeksi mendadak (sidak) di salah satu hotel yang menjadi tempat isolasi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Batam, Senin (16/8/2021).

Batam (gokepri.com) – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam menyatakan sekitar 5 sampai 10 persen pekerja migran Indonesia yang tiba di Tanah Air melalui Kota Batam, terkonfirmasi positif Covid-19.

“Persentasenya 5 hingga 10 hingga persen. Ini jumlah yang banyak,” kata Kepala KKP Batam, Achmad Farchanny, sebagaimana dilansir Antara pada Minggu (26/9/2021).

Achmad menjelaskan, pekerja migran yang pulang ke tanah air wajib menjalani dua kali tes usap PCR di Batam. Pertama, saat mereka tiba di pelabuhan dan yang kedua pada hari ketujuh karantina.

Data KKP Batam, jumlah pekerja migran yang positif Covid-19 relatif naik saat pemeriksaan tes usap PCR kedua. Hal ini karena kemungkinan terjadi penularan selama pekerja migran di karantina.

Seluruh pekerja migran menjalani karantina di rumah susun setelah pengambilan sampel tes usap PCR. Sambil menunggu hasil uji laboratorium, di mana ini membutuhkan waktu lebih dari sehari. Setelah hasilnya keluar, baru kemudian yang terkonfirmasi positif dievakuasi ke RSKI Pulau Galang dan yang negatif tetap menjalani karantina, untuk kemudian menjalani tes usap Covid-19 kedua pada hari ketujuh.

“Setiap hasil pemeriksaan tes usap PCR dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan RSKI Pulau Galang terbit, sekitar 15 sampai 20 orang pekerja migran yang diperiksa terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan jumlah pekerja migran yang tiba di tanah air sekitar 150 sampai 170 orang setiap harinya,” kata Achmad. (wan)

Baca juga: Ratusan Pekerja Migran dari Malaysia Pulang Secara Mandiri

BAGIKAN