Pedagang Pujasera Tiban Center Resah, Parkir Berbayar Jukir Liar Bikin Omzet Anjlok

Kadishub Batam, Leo Putra. (gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Para pedagang di kawasan Pujasera Tiban Center mengeluhkan maraknya praktik parkir berbayar oleh juru parkir (jukir) liar yang dinilai semakin meresahkan. Kondisi ini disebut berdampak langsung terhadap penurunan jumlah pengunjung hingga omzet pedagang.

Sejumlah pedagang mengaku, sejak keberadaan jukir liar semakin banyak, pengunjung menjadi enggan datang untuk makan atau sekadar nongkrong. Mereka menilai tarif parkir yang tidak jelas serta penarikan berulang membuat pengunjung merasa tidak nyaman.

“Sekarang pengunjung banyak yang mengeluh. Baru masuk sudah diminta uang parkir, jalan beberapa meter diminta lagi. Akhirnya orang malas datang,” ujar salah seorang pedagang, Senin (6/4).

HBRL

Andi, pedagang lainnya menyebut, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa waktu terakhir dan semakin tidak terkendali. Bahkan, dalam jarak yang sangat dekat, pengunjung bisa dimintai uang parkir lebih dari satu kali.

“Hitungan meter saja sudah ada jukir lagi. Ini yang bikin orang kesal. Pengunjung jadi kapok datang,” katanya.

Menurut para pedagang, sebelumnya sistem parkir di kawasan tersebut sempat dikelola secara mandiri oleh pedagang, sehingga lebih tertib dan tidak memberatkan pengunjung. Namun, karena suatu hal, sempat diberlakukan parkir berbayar yang kini justru memicu munculnya jukir liar.

“Dulu parkir mandiri, aman dan tertib. Tapi sempat ada parkir berbayar, sekarang malah kebablasan. Jukir liar jadi banyak. Kami ingin dikembalikan lagi ke parkir mandiri,” ungkapnya.

Keluhan juga datang dari pengunjung. Mereka mengaku merasa tidak nyaman dengan banyaknya jukir yang meminta uang parkir, bahkan saat kendaraan baru berhenti atau pengunjung masih berada di atas motor.

“Kadang belum parkir sudah ditagih. Kita masih duduk di motor saja sudah diminta uang. Baru jalan sedikit, ada lagi yang minta. Jadi malas ke sini,”ujar Ika, seorang pengunjung.

Pengunjung lainnya mengatakan, kondisi ini membuat biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar, meskipun hanya sekadar makan di pujasera.“Kalau sekali parkir masih wajar. Tapi ini bisa dua sampai tiga kali dalam satu area. Jadi terasa memberatkan,” katanya.

Dampak dari kondisi tersebut mulai dirasakan pedagang. Mereka mengaku omzet menurun drastis karena jumlah pengunjung berkurang. Bahkan, beberapa warung disebut sudah tutup akibat sepinya pembeli.

“Sekarang banyak warung sepi, ada juga yang sudah tutup. Omzet jelas turun karena pengunjung berkurang,” ujar pedagang lainnya.

Para pedagang dan pengunjung berharap pemerintah serta aparat terkait segera turun tangan untuk menertibkan jukir liar di kawasan tersebut. Mereka meminta agar sistem parkir dikembalikan seperti semula dan dikelola secara jelas agar tidak merugikan semua pihak.

“Kami hanya ingin nyaman, pengunjung tidak terganggu, pedagang juga bisa berjualan dengan tenang,” kata dia.

Kadishub Batam Leo Putra mengatakan, pihaknya sudah mendengar keluhan masyarakat. Katanya, kedepan lokasi tersebut akan dibuat parkir mandiri. “Artinya tidak ada lagi jukir. Warga bayar tibap bulan,” kata dia.

Pihaknya juga sudah bertemu dengan perangkat warga agar jurkir di lokasi tersebut ditertibkan. Meski begitu, pihaknya meminta agar jukir itu diberdayakan juga. “Karena kan meski parkir mandiri musti ada orangnya juga. Nah jukir itu la di berdayaka karena permintaan masyarakat sekarang tinggi. Ke depan parkir disana akan mandiri karena suratnya sudah masuk ke kita” kata dia.

Penulis: Engesti

Pos terkait