Batam (Gokepri) – Hampir semua gerai ponsel di Lucky Plaza, Kota Batam, turun omzet. Wisatawan sepi dan masyarakat dianggap lebih mengutamakan kebutuhan pokok selama pandemi.
“Mudah-mudahan pandemi segera usai, karena kami sekarang susah. Untuk menutup biaya sewa saja susah,” kata Rudi, seorang pedagang ponsel di Lucky Plaza, Nagoya, Kota Batam, Selasa (1/9/2020).
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan konsumen hilang selera mampir ke Lucky Plaza tidak seperti sebelum wabah. Anyep-nya wisatawan yang berkunjung ke Batam, ikut menggerus sektor perdagangan termasuk pedagang ponsel.
“Sekarang paling laku satu-dua saja dalam sehari. Kalau dulu ramai, puluhan laku satu hari,” sambung Erni, pedagang lain.
Menurut dia, peyebab utama penurunan penjualan adalah berkurangnya daya beli masyarakat, yang lebih mengutamakan kebutuhan pokok saat pandemi.
Baca Juga:
- Bidik Turis Eropa, Batam Diskusi dengan VITO Belanda dan Perancis
- Tak Punya Ponsel, Siswa di Bogor Pinjam Punya Teman Demi Belajar Online
- DAYA TARIK INVESTASI: Belanja Batam Fokus Bangun Infrastruktur
Selain itu, anjloknya kunjungan wisatawan domestik akibat pandemi COVID-19 ke Batam juga turut andil dalam merosotnya penjualan.
“Karena dulu itu orang-orang termasuk pejabat daerah lain datang ke Batam, pulangnya bawa ponsel untuk keluarganya. Sekarang sudah tidak ada lagi rapat-rapat di Batam,” kata dia.
Sedangkan kebijakan belajar dari rumah menggunakan teknologi informasi juga tidak merangsang masyarakat untuk membeli gawai.
“Masyarakat sekarang susah, mereka cari yang ‘second’ juga susah, enggak ada barangnya,” kata dia.
Sebagian masyarakat Batam menggemari ponsel tangan kedua dari Singapura. Namun, sejak pandemi pedagang tidak lagi mendapatkan gawai dari Negara Singa, menyusul kebijakan pembatasan pelayaran antarnegara. (Cg)
Editor: Candra
Sumber: Newswire








