Pasokan Sayur ke Karimun Terputus Akibat Bencana Banjir Bandang Sumbar

Suplai sayur dari Sumbar ke Karimun terputus akibat banjir bandang melanda Sumbar beberapa hari lalu. Sayur di kedai Banjarnahor pedagang Psar Puan Maimun Karimun ini dipasok dari Medan. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat tidak hanya menyebabkan kerusakan infrasturktur seperti bangunan, jalan dan jembatan. Namun, bencana alam tersebut juga meluluhlantakan kawasan pertanian.

Sebagaimana diketahui, dua kabupaten di Sumbar yang paling parah dihantam banjir bandang adalah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Dua kabupaten tersebut dikenal sebagai sentra pertanian di Sumbar selain Kabupaten Solok.

Rusaknya lahan pertanian dua kabupaten di Sumbar tersebut menyebabkan terhentinya produksi hasil pertanian. Dampaknya, pasokan hasil pertanian ke sejumlah daerah di Sumbar terputus. Pun termasuk ke daerah lain seperti Karimun.

HBRL

“Pasokan sayur dari Sumbar terputus sejak banjir bandang,” ujar Banjarnahor, pedagang sayur di Pasar Puan Maimun, Tanjungbalai Karimun, Jumat, 24 Mei 2024.

Kata Banjarnahor, rata-rata sayuran yang dijual dikedainya itu disuplai dari Sumbar, karena kualitasnya lebih bagus dari daerah lain.

“Sayur yang tak masuk sama sekali itu adalah terung dan labu siam. Kalau kentang masih masuk,” ungkapnya.

Banjarnahor menyebut, sejak putusnya suplai sayur dari Sumbar, maka dia terpaksa mendatangkan sayur seperti terung dan labu siam dari Medan.

“Kalau terung dan labu siam yang ada sekarang dari Medan,” tuturnya.

Menurut dia, harga komoditas dari dua daerah tersebut tidak jauh berbeda, yang membedakan itu adalah soal kualitas.

“Kalau terung dari Sumbar itu kecil-kecil dan agak lembek, sementara dari Medan besar dan tidak berbiji. Sementara, labu siam dari Sumbar rasanya lebih manis dan mulus, kalau dari Medan labu siamnya berduri,” jelas Banjarnahor.

Sayur jenis lain seperti cabai merah, cabai hijau, daun bawang, tomat dan sayuran lainnya masih bisa dipasok dari daerah lain.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait