KARIMUN (gokepri.com) – Setiap bulan Ramadan, jumlah pasien yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani mengalami penurunan. Pun termasuk Ramadan tahun ini.
“Jika diperhatikan sepanjang tahun, rata-rata jumlah pasien rawat jalan di memang terjadi penurunan selama Ramadan,” ujar Pelaksana tugas Direktur RSUD Muhammad Sani Karimun, dr Dedi Abriyanto, Senin 10 Maret 2025.
Dedi menyebut, jika pada hari-hari biasa pasien rawat jalan di RSUD M Sani sekitar 400 orang, maka pada bulan Ramadan terjadi penurunan sekitar 50 persen.
“Kalau bulan Ramadan paling rawat jalan hanya sekitar 200 an pasien saja,” ungkap Dedi yang menjabat Plt Direktur RSUD Muhammad Sani sejak 3 Maret 2025.
Dedi tidak mengetahui secara pasti penyebab turunnya jumlah kunjungan pasien selama Ramadan.
Hanya saja, dia berasumsi kemungkinan penurunan itu terjadi karena pasien yang rata-rata muslim merasa capek harus bolak balik ke rumah sakit.
“Pastinya kita gak tahu, mungkin saja pasien merasa capek saat puasa harus bolak balik ke rumah sakit, apalagi jika tinggal pasiennya jauh,” kata Dedi.
Dijelaskan, pasien yang melakukan rawat jalan biasanya hanya melakukan kontrol biasa. Jadi, tidak harus dipaksakan juga untuk datang ke rumah sakit.
Untuk pelayanan pasien, dia menyebut tidak ada perubahan selama bulan Ramadan. Seluruh petugas medis dan karyawan rumah sakit tetap masuk seperti biasa yakni mulai pukul 07.30 WIB.
“Hanya jam pulang saja yang agak dipercepat, biasanya pulang pukul 15.30 WIB sekarang dimajukan menjadi 14.30 WIB,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra








