BATAM (gokepri.com) – Di bulan Ramadan ini, pasien kanker tetap boleh puasa. Namun demikian wajib memperhatikan pola 3J yaitu jadwal, jenis dan jumlah makan saat berpuasa.
Dokter Gizi dr Nurul Ratna Mutu Manikam MGizi, Sp.GK mengatakan selain memperhatikan pola 3J, pasien kanker tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum puasa, sebab kondisi pasien berbeda-beda.
“Jadwal makan tetap tiga kali, tidak boleh berkurang. Hanya saja waktunya diubah,” kata dia melalui seminar daring, Rabu 5 April 2023.
Waktu yang cocok untuk makan adalah saat makan takjil, makan malam boleh sebelum atau sesudah tarawih, dan makan sahur.
Dokter di Rumah Sakit Cipto Manungkusumo (RSCM) ini mengatakan dalam pengaturan jadwal makan hendaknya agar tidak digabung karena usus akan sulit mencerna jumlah makanan yang banyak dalam satu waktu.
Untuk jenis makanannya, sebaiknya tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Porsi makanan cukup setengah porsi saja. Terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah.
Nurul menyarankan pasien berbuka puasa secukupnya. Tidak boleh terlalu banyak tidak boleh kurang.
Jika pasien kanker merasa mual saat makan nasi, maka bisa diganti dengan sumber karbohidrat lainnya seperti kentang, singkong, dan lain-lain.
Pola 3J bagi para pasien kanker akan lebih lengkap jika ditambah minum air putih sebanyak delapan gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi.
Sementara itu untuk pasien yang belum sehat dan berat badan turun sebaiknya jangan puasa dulu, sebab dikhawatirkan puasa akan menghambat proses terapi dalam penagnaan kanker.
Baca Juga: Mengenal Imunoterapi, Harapan Baru bagi Pasien Kanker
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara








