Nilai Investasi Jembatan Batam-Bintan Membengkak Jadi Rp18,10 Triliun

Jembatan Batam Bintan

Jakarta (gokepri.com) – Nilai investasi proyek Jembatan Batam-Bintan naik signifikan, dari Rp8,78 triliun menjadi Rp18,10 triliun. Hal itu terungkap dalam penjajakan minat pasar (market sounding) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kamis (6/5/2021).

Penyelenggaraan market sounding ini sangat penting dalam menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur di bidang jalan dan jembatan di tengah Pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penjajakan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pengembangan kawasan di dua wilayah tersebut. Sehingga tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga kawasan wisata.

“Saya berharap para investor dapat ikut berpartisipasi di dalam pembangunan jembatan ini, sehingga kawasan Batam dan Bintan dapat menjadi kawasan yang lebih potensial untuk ekonomi dan pariwisata,” ujarnya sebagaimana dikutip dalam laman Kementerian PUPR.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam sambutannya secara daring menyambut baik market sounding yang dilakukan dan berkomitmen akan memberikan kemudahan perijinan bagi para calon investor. “Saya yakin iklim investasi Indonesia akan semakin baik, penciptaan lapangan pekerjaan akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi nasional semakin meningkat dan yang terpenting meningkatkan pendapatan negara agar APBN bisa tersalur lebih banyak lagi kepada Kementerian PUPR untuk bisa membangun infrastruktur dari Aceh sampai Papua,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, telah hadir secara online sebanyak 130 peserta dalam acara tersebut. “Market sounding dua proyek ini sudah pernah dilaksanakan pada 30 April 2020. Market sounding diselenggarakan kembali karena ada perubahan dalam penyiapan proyek,” tuturnya.

Perubahan tersebut yakni proyek pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang memiliki total panjang 14,763 km mengalami perubahan nilai investasi yang cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp8,78 triliun menjadi sebesar Rp18,10 triliun. (wan)

BAGIKAN