Tanjungpinang (gokepri.com) – Zona hijau Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bertambah. Melansir data Satgas Penanganan Covid-19 pada Senin 6 Desember 2021, Kabupaten Natuna sudah menjadi zona hijau.
Sebelumnya, baru satu daerah di Provinsi Kepri yang berzona hijau, yakni Kabupaten Lingga. Dengan berubahnya zona penanganan Covid-19 di Natuna, kini sudah dua daerah di Provinsi Kepri yang menjadi zona hijau.
Sementara lima daerah lain di Kepri masih kategori risiko rendah. Kelima daerah tersebut adalah Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, dan Anambas.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepri mencatat empat daerah di Kepri nihil kasus aktif Covid-19. Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Lingga, Natuna, Bintan, dan Anambas.
“Keempat kabupaten tersebut sudah lebih dari sepekan tidak ada kasus aktif Covid-19 dengan positivity rate pada angka 0.00 persen,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Lamidi.
Sementara kasus aktif Covid-19 di Kepri sebanyak 10 orang. Tersebar di Kota Batam 7 orang, Tanjungpinang 2 orang, dan Karimun 1 orang. Dengan positivity rate di Batam 0.03 persen, Tanjungpinang 0.04 persen, dan Karimun 0.06 persen.
Lamidi optimis bahwa seluruh daerah di Kepri segera memasuki zona hijau Covid-19. Hal ini seiring terus melandainya kasus Covid-19 di Kepri.
“Kita yakin seluruh daerah di Kepri segera masuk zona hijau, sehingga aktivitas sosial ekonomi dapat kembali pulih,” ujarnya.
Lamidi kembali mengimbau agar masyarakat tidak lengah dengan menurunnya kasus Covid-19 di Kepri. Ia meminta masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.
“Dalam kasus yang terus menurun, kita jangan lengah. Tingkatkan terus kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri mengatakan bahwa menurunnya tren dan penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri saat ini disebabkan membaiknya pelaksanaan penanganan Covid-19 di lapangan. Baik itu pada proses pelacakan, deteksi survelian, hingga pencegahan di pintu-pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara.
Tak hanya itu, lanjut Bisri, tracing bagi yang kontak erat penderita juga berjalan maksimal. Upaya penanganan pendeteksian Covid-19, pelayanan di sejumlah rumah sakit juga berjalan sesuai prosedur dan progres vaksinasi Covid-19 semakin meningkat.
“Juga kita lihat perilaku masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan sudah semakin baik dan sadar,” ujarnya. (zak)








