Mutasi Virus Corona dengan Nama “Eek” Ditemukan di Indonesia

Varian Corona Eek
Petugas menyuntikkan vaksin AstraZeneca di Sanur, Bali, 23 Maret 2021. (foto: Reuters)

Batam (Gokepri.com) – Virus corona mengalami mutasi yang dijuluki “Eek” dan membentuk varian baru. Vaksin yang digencarkan sekarang mempan menahan mutasi tersebut.

Kasus pertama varian baru corona di Indonesia dilaporkan pada Selasa (6/4/2021). Menurut temuan itu, varian baru virus corona ini lebih mudah ditularkan antar manusia. Tapi pemerintah memastikan vaksin dapat menahan mutasi.

Dikutip dari Reuters, varian baru berisi mutasi E484K ditemukan pada varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan Brasil.

Mutasi ini dijuluki “Eek” oleh beberapa ilmuwan karena kemampuannya untuk menghindari kekebalan alami dari infeksi COVID-19 sebelumnya dan bisa mengurangi perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin saat ini.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan satu varian kasus telah pulih dan tidak menginfeksi kontak dekat, Ia juga menambahkan bahwa vaksin yang saat ini tersedia di Indonesia dapat menahan mutasi.

Peneliti LBM Eijkman Herawati Sudoyo mengatakan kemampuan vaksin menahan mutasi belum bisa dipastikan.

Kasus pertama varian ini datang ketika pemerintah berencana mengurangi pasokan vaksin COVID-19 karena pembatasan ekspor suntikan AstraZeneca yang diberlakukan oleh produsen India untuk memprioritaskan pasokan domestiknya.

Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan hanya 20 juta dari 30 juta dosis yang dipesan untuk pengiriman Maret-April tersedia karena pembatasan ekspor.

Dia menyerukan agar program vaksinasi disesuaikan kembali dan diprioritaskan untuk orang tua.

Dengan sekitar 1,54 juta kasus dan 41.900 kematian sejauh ini, Indonesia memiliki beban kasus tertinggi di Asia Tenggara dan salah satu epidemi terparah di Asia.

Program vaksinasi bertujuan untuk menyuntik 181 juta orang dan sangat bergantung pada vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac China karena penundaan pengiriman vaksin AstraZeneca. (Can)

|Baca Juga: Varian Baru Covid-19, Kadinkes Kepri: Kita Belum Ada Laporan

BAGIKAN