Mesin Pendingin Bermasalah, 29 Ton Bawang Putih Dimusnahkan

Petugas Karantina Kepri memusnahkan 29 ton bawang putih asal Cina yang rusak di TPA Telaga Punggur, Batam.
Pemusnahan 29 ton bawang putih yang rusak di TPA Punggur, Batam, Kepri. Foto: Karantina Kepri

Mesin pendingin bermasalah. Seluruh muatan bawang putih dalam satu kontainer rusak.

BATAM (gokepri) – Sebanyak 29 ton bawang putih asal Cina berakhir di tempat pemusnahan di Batam setelah seluruh muatan dalam satu kontainer ditemukan rusak. Kerusakan itu ditelusuri ke mesin pendingin yang tidak bekerja optimal selama pengangkutan.

Balai Karantina Kepulauan Riau memusnahkan bawang putih tersebut di Tempat Pembuangan Akhir Telaga Punggur, Batam. Petugas lebih dulu menghancurkan seluruh muatan menggunakan ekskavator sebelum menguburnya dengan tanah.

Kerusakan terungkap setelah importir mengajukan permohonan pemeriksaan melalui aplikasi Permohonan Tindakan Karantina atau PTK Online. Petugas Karantina Kepri kemudian memeriksa dokumen administrasi sebelum melanjutkan pemeriksaan fisik komoditas.

Baca Juga: Indonesia Masih Bertumpu Pasokan Bawang Putih dari China

Dokumen yang lengkap, benar, dan sah tidak serta-merta menjamin kondisi barang tetap baik selama perjalanan. Saat membuka kontainer di gudang pemilik, petugas menemukan seluruh bawang putih di dalamnya telah rusak.

Kepala Karantina Kepri Hasim mengatakan kerusakan berkaitan dengan mesin pendingin pada kontainer reefer yang tidak bekerja optimal. Kontainer jenis ini menggunakan sistem pendingin untuk menjaga suhu komoditas selama pengangkutan.

Kondisi tersebut menjadi dasar pemusnahan seluruh muatan. Menurut Hasim, tahapan pemusnahan mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya menjaga rantai pendingin selama pengangkutan komoditas pangan yang memerlukan penanganan khusus. Gangguan pada mesin pendingin dapat memengaruhi kondisi barang sebelum tiba di tempat tujuan, meski dokumen pengirimannya telah memenuhi persyaratan.

Hasim meminta pelaku usaha memperhatikan kondisi komoditas sejak proses pengiriman hingga tiba di Batam. Pemeriksaan dan pemantauan sistem pendingin selama perjalanan menjadi bagian penting untuk mencegah kerusakan serupa.

Ads bp batam 2026 baru

“Bawang putih merupakan komoditas yang sangat penting karena digunakan dalam mengolah masakan,” kata Hasim di Batam, Sabtu 24 Oktober 2026.

Karantina Kepri juga meminta pengguna jasa dan masyarakat melaporkan komoditas yang rusak, busuk, atau tidak layak konsumsi. Laporan tersebut dapat disampaikan kepada petugas karantina agar kondisi barang bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“ami mau masyarakat tenang dan nyaman dalam menyantap makanan yang disajikan,” ujar Hasim.

Karantina Kepri menyatakan pemeriksaan komoditas yang masuk dan keluar wilayah Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Ketentuan tersebut menjadi dasar pemeriksaan dan tindakan karantina terhadap komoditas yang dilalulintaskan. ANTARA

Baca Juga: Pasokan Pangan Kepri Terancam Macet, Bawang Merah Diprediksi Picu Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait