KARIMUN (gokepri.com) – Sebelum memasuki bulan suci Ramadan, ada satu malam yang amat mulia pada bulan Syaban yang disebut malam Nisfu Syaban atau malam Ijabah. Malam Nisfu Syaban ini jatuh pada hari ke 14 bulan Syaban dari kalender Islam.
Malam Nisfu Syaban adalah malam bertabur berkah dan ampunan Allah SWT. Di malam ini, Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa hamba-Nya, kecuali dosa musyrik dan munafik yang menjadi sebab perpecahan.
Makanya tak heran, malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang istimewa dan mulia dalam Islam. Karena keutamaannya ini, umat Islam pun dianjurkan untuk memperbanyak amalan di malam ini.
Kendati demikian, tidak semua orang memahami apa itu malam Nisfu Syaban. Karenanya, tak jarang orang melewatkan momen ini tanpa berusaha mengejar pahala dan keutamaannya.
Di Karimun, terdapat tradisi unik bagi umat muslim di sana pada saat malam Nisfu Syaban. Jamaah masjid atau surau akan meningkat pada shalat Maghrib hingga Isya.
Namun, bukan hanya soal jamaah, ada keunikan lain yang sudah menjadi tradisi di daerah itu saat malam Nisfu Syaban seperti pada malam Nisfu Syaban, Senin, 2 Februari 2026.
Di Surau Al Istiqomah Kampung Padi, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral misalnya, puluhan umat muslim di kampung itu dari yang tua hingga anak-anak menenteng botol berisi air mineral.
Kaum ibu yang biasanya melaksanakan shalat di rumah, maka malam itu datang bersama anak-anaknya sambil menenteng botol melaksanakan shalat Maghrib hingga Isya secara berjamaah.
Masing-masing membawa dua hingga tiga botol berisi air mineral. Pada saat melaksanakan shalat Maghrib, botol berisi air mineral itu mereka taruh di samping atau belakang surau.
Jamaah kemudian membuka tutup botolnya masing-masing dan menumpuknya di tengah surau. Nah, begitu selesai melaksanakan shalat Maghrib, botol berisi air putih itu dikumpulkan di tengah-tengah surau.
Jamaah Surau Al Istiqomah kemudian membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.
“Bacaan surat Yasin pertama memohon agar dipanjangkan umur, bacaan Surat Yasin kedua diluaskan rezeki yang halal dan dijauhkan dari segala bala dan bacaan surat Yasin ketiga dimohon ketetapan Islam hingga akhir hayat,” ujar Imam Surau Istiqomah, Haji Batjok.
Bacaan Surat Yasin dari seluruh jamaah menggema dalam ruangan surau. Seolah-olah bacaan tersebut mengalir ke dalam air yang tutupnya sudah dibuka itu.
Kegiatan itu kemudian ditutup dengan doa dan masing-masing jamaah mengambil kembali botol mineralnya untuk dibawa pulang.
“Air ini untuk diminum. Saya bawa dua botol. Maklum, di rumah kami hanya tinggal saya dengan istri,” ujar Salim, sesepuh di kampung itu.
Haji Batjok menyebut, tradisi membawa air mineral saat malam Nisfu Syaban di surau Al Istiqomah sudah berlangsung puluhan tahun.
“Tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Bukan hanya di surau Al Istiqomah saja, di masjid dan surau lain di Karimun juga menjalankan tradisi ini,” katanya.
Penulis: Ilfitra









