Singapura (gokepri) – Menteri Transportasi Singapura S Iswaran terseret dalam dugaan kasus korupsi. Ia menjadi menteri pertama yang tersandung rasuah dalam kurun waktu lebih dari tiga dekade.
Pada Selasa (11/7), Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) menangkap Iswaran dalam rangka penyelidikan kasus yang terkait dengan milarder Ong Beng Seng. Namun, kemudian ia dibebaskan dengan sejumlah jaminan. “CPIB menyita paspornya sebagai bagian dari jaminan,” ungkap CPIB seperti dikutip dari Channel News Asia pada Minggu (16/7).
Keterlibatan Iswaran dalam kasus ini menimbulkan reaksi cepat dari Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Lee meminta Iswaran untuk mengambil cuti sementara penyelidikan berlangsung. Selain itu, Iswaran tidak diperkenankan mengakses gedung pemerintah selama masa cuti.
Belum diketahui secara rinci kasus apa yang menyandera Iswaran. Namun, yang pasti, baik Iswaran maupun Ong Beng Seng sudah saling mengenal sejak lama.
Sebelum terjun ke dunia politik, Iswaran pernah bekerja di Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) serta perusahaan investasi Temasek Holdings. Dilaporkan oleh Reuters, Iswaran sudah mengenal Ong setidaknya sejak tahun 2007.
Pada tahun yang sama, Singapura berhasil memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah ajang balap Formula Satu (F1). Ong Beng Seng adalah pemilik Grand Prix Singapura dan juga menjabat sebagai ketua promotor balapan tersebut.
Keterlibatan Iswaran dalam ajang F1 Singapura juga sangat aktif. Ia sering hadir dalam konferensi pers dan pengumuman terkait acara balapan tersebut.
Sebagai informasi, sebelumnya, menteri terakhir Singapura yang menghadapi investigasi terkait dugaan korupsi adalah Teh Cheang Wan pada tahun 1986. Ketika itu, Teh yang menjabat sebagai Menteri Pembangunan Nasional diselidiki oleh CPIB atas dugaan menerima suap senilai US$ 1 juta dari pihak swasta. Namun, sayangnya, kasus ini berakhir tragis karena Teh mengakhiri hidupnya sendiri sebelum penyelidikan selesai.
Baca Juga: Ekonomi Singapura Lolos dari Resesi, Manufaktur Melemah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








