Batam (gokepri.com) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mngungkapkan penyebab belum dibukanya pintu perjalanan pariwisata Kepri-Singapura karena masih tingginya angka temuan harian COVID-19 di Negeri Singa itu.
“Kemarin mereka (Singapura) yang takut kalau ada WNI masuk ke sana. Tapi sekarang, kita yang takut mereka masuk ke sini. Jangan sampai ada warga kita yang tertular,” kata Tito di saat membuka vaksinasi booster se-Kepri, Kamis 13 Januari 2022.
Ia berharap agar Singapura yang berbatasan langsung dengan Batam, Kepulauan Riau dapat segera mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Agar kerjasama antar kedua Negara di bidang pariwisata agar dapat berjalan kembali.
“Makanya kita belum bisa sampai ke 85 persen untuk tahap kedua. Tapi untuk pertumbuhan kasus kita jauh sangat sedikit, dibanding tetangga yang setiap hari ada 800 kasus,” paparnya.
Dia menjelaskan sejak awal pandemi Covid-19 hingga saat ini, sektor pariwisata di Indonesia menjadi sektor yang paling terdampak. Terutama Provinsi Bali dan Kepulauan Riau dua lokasi yang langsung jatuh pertumbuhan ekonominya.
Untuk itu, kata Tito, progres vaksinasi di kedua Provinsi ini, memang mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo.
“Karena kita sebenarnya memiliki rencana jangka panjang. Kita selalu menggesa progres vaksinasi di kedua tujuan pariwisata ini,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan gelembung Perjalanan atau Travel Bubble di Provinsi Kepri dan Singapura tergantung perkembangan kasus COVID-19 dan varian Omicron selama dua minggu ke depan.
Menurut, Ansar jika, kasus COVID-19 dan varian Omicron berkurang dalam dua minggu ke depan, tanggal 25 Januari 2022 dua kawasan wisata yakni Bintan Resort dan Nongsa Sensation sebagai Pilot Project Travel Bubble akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
“Kemungkinan dibukanya kembali pintu laut dan udara di Kepri ini untuk wisatawan. memang ada pertemuan antara Presiden (Joko Widodo) dengan Perdana Menteri Singapura membahas itu di Bintan antara kemenlu dengan kita (Kepri). Rencananya tanggal 25 Januari 2022 tapi lihat perkembangannya. Kita berharap itu bisa terwujud dan menjadi starting point bagi kita,” kata Ansar.
Mantan Bupati Bintan itu mengatakan, kondisi pariwisata di Kepri saat ini sangat memprihatinkan. Ia berharap ada angin segar dengan dibukanya Travel Buble di Kepri agar rencana yang telah dijalani setahun belakangan bisa terealisasi.
“Mudah-mudahan kondisi kita terus stabil kita jaga bersama dan singapura juga begitu,” katanya.
Ansar juga meminta agar ada kebijakan khusus jika nantinya travel bubble dibuka yakni aturan karantina selama 3 hari sesuai dengan pola karantina kawasan khususnya kawasan pilot project Bongsa dan Bintan.
“Karena long of stay tourist kita 3 – 4 hari,” katanya.
Penulis: Engesti
- Baca Juga:
500 Pekerja Pariwisata Nongsa Sensation Akan Divaksin Booster Covid-19









