Melindungi Generasi Penerus dari Pandemi

Seorang pelajar menjalani vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun di Kota Tanjungpinang, Kamis (12/8/2021).
Seorang pelajar menjalani vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun di Kota Tanjungpinang, Kamis (12/8/2021).

Anak termasuk kelompok yang cukup rentan terhadap penularan virus Covid-19. Vaksinasi pada anak menjadi bagian penting dalam melindungi mereka dari dampak buruk pandemi.

Mengenakan masker dan seragam sekolahnya, Natasya Adelya (17) antusias mengikuti program vaksinasi di sekolahnya, SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Kamis (12/8/2021). Dia tidak sendiri, ada ribuan teman di sekolahnya yang mengikuti program serupa.

Sebelumnya, guru di sekolahnya telah mendaftarkan para siswa untuk mengikuti program vaksinasi. Pada hari yang sama, ada ribuan anak dengan rentang usia 12-17 tahun yang ikut serta. Untuk persyaratannya, mereka dapat menggunakan fotokopi kartu keluarga atau surat keterangan dari RT/RW maupun sekolah.

HBRL

Mekanismenya sama seperti vaksinasi pada usia 18 tahun ke atas. Mulai dari menjalani pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kondisi tubuh (skrining) baik tekanan darah, suhu tubuh, dan riwayat kesehatan.

Tidak sedikitpun tampak rasa takut di wajah Natasya saat menjalani vaksinasi. Ia sudah mempersiapkan diri dengan istirahat yang cukup dan sarapan pagi terlebih dahulu.

”Tidak takut, reaksinya hanya mengantuk,” ujar siswi kelas XII ini.

Natasya mengaku sudah lama menunggu program vaksinasi ini, karena ia khawatir bisa tertular. Apalagi penyebaran wabah Covid-19 di Tanjungpinang masih terus terjadi.

“Setelah divaksin, saya merasa lebih aman,” ujarnya.

Vaksinasi bagi pelajar usia 12-17 tahun di Kota Tanjungpinang itu dilaksanakan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Provinsi Kepri. Vaksinasi lanjutan dosis kedua ini berlangsung di dua lokasi, yakni SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Tanjungpinang.

“Pesertanya adalah pelajar SMAN 1 sebanyak 1.278 orang dan di SMPN 4 diikuti sekitar 594 peserta yang telah melaksanakan vaksin pertama di bulan Juli. Untuk sekolah lainnya menyusul, karena kita targetkan semua siswa mendapatkan vaksin,” tutur Koordinator Wilayah (Korwil) I BINDA Kepri, Letkol Yoyon Subiono.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tanjungpinang, Rustam menyebutkan, sampai saat ini anak usia 12-17 tahun yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebanyak 10.252 orang atau 43,09 persen dari target sasaran 23.788 orang. Sementara, pada kelompok usia 18 tahun ke atas sudah mencapai 75,80 persen atau sebanyak 116.926 sasaran dari yang ditargetkan 154.242 orang.

“Kegiatan vaksinasi terus dilaksanakan hingga tercapai herd immunity di Kota Tanjungpinang,” kata Rustam

Saat ini, kasus baru positif Covid-19 di Tanjungpinang menunjukkan tren penurunan. Pada Rabu (11/8), jumlah kasus baru hanya 24 orang, turun 77 orang dibanding hari sebelumnya dengan 101 orang.

“Sementara pasien yang selesai isolasi mandiri mencapai 155 orang. Jumlah kematian bertambah 4 orang, sehingga kasus aktif tersisa 764 pasien,” kata Rustam.

Tren penurunan kasus aktif Covid-19 menjadikan status PPKM di Tanjungpinang berubah, dari sebelumnya level 4 menjadi level 3. Menurut Koordinator Protokol Kesehatan Satuan Tugas covid-19 Kota Tanjungpinang, Surjadi, penurunan status PPKM tersebut sesuai Inmendagri nomor 32 tahun 2021 tentang pelaksanaan PPKM level 3 dan 2 di luar pulau Jawa dan Bali.

“Alhamdulillah dari daftar itu, Tanjungpinang masuk PPKM level 3. Artinya, kita harus terus semangat mendorong supaya angka penularan menurun, angka kematian berkurang dan indikator lainnya di penanganan Covid-19 harus terus dilakukan secara baik,” ucapnya.

Pada PPKM level 3 ini, ada kelonggaran baru yang termuat dalam surat edaran wali kota. Namun, Surjadi berharap, seluruh elemen masyarakat tetap menjaga prokes dengan baik, tidak menjadikan level 4 ke level 3 ini sebuah euforia.

Kemudian, para pengusaha yang diberikan kelonggaran juga sama-sama menjaga apa saja ketentuan pembatasan kapasitas dan prokes yang harus dilaksanakan. Karena itu semua menjadi kewajiban kita bersama.

“Penurunan level PPKM ini, berarti kita sudah dievaluasi ada progres angka terus membaik dibandingkan pada saat pelaksanaan PPKM darurat dan level 4 beberapa kali. Dan sekarang level 3 ini,” pungkas Surjadi. (zaki)

Pos terkait