BATAM (gokepri.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam tengah mempersiapkan pengajuan dua Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), yakni Mandi Safar dan Dzikir Bermata, ke tingkat nasional pada 2025.
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Batam, Raja Zulkarnain, mengungkapkan bahwa pengajuan kali ini akan dilakukan dengan persiapan lebih matang setelah pada 2024 ditolak di tingkat provinsi.
“Penolakan sebelumnya terjadi karena kurang lengkapnya dokumen pendukung seperti foto dan video dokumentasi. Tahun depan kami akan memastikan semua dokumen otentik dan memenuhi syarat,” kata Raja, Sabtu 14 Desember 2024.
Baca Juga: Mandi Safar Jadi Event Tahunan, Tradisi Melayu untuk Menolak Bala
Sebagai bagian dari persiapan, Tim TACB Kota Batam akan memproduksi video dokumenter untuk menyoroti keunikan dan kekhasan masing-masing budaya tersebut.
“Keunikan budaya adalah syarat utama. Contohnya, kami harus menunjukkan perbedaan Mandi Safar di Batam dibandingkan daerah lain. Jika serupa, pengajuan sulit diterima,” jelasnya.
Batam sebelumnya telah berhasil menetapkan Tari Jogi sebagai WBTB tingkat nasional pada 2023. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Disbudpar Batam untuk melestarikan lebih banyak budaya lokal.
Menurut Raja, pelestarian budaya tidak hanya soal kebanggaan lokal, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan.
“Indonesia adalah negara adi daya budaya. Tradisi yang mulai hilang harus dihidupkan kembali, sebagai bukti kekayaan peradaban Nusantara,” tambahnya.
Disbudpar Batam berharap melalui pengajuan WBTB, masyarakat semakin sadar pentingnya melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di Batam.
Dengan persiapan yang lebih matang, Mandi Safar dan Dzikir Bermata diharapkan dapat menyusul keberhasilan Tari Jogi dan membawa nama Batam ke tingkat nasional. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







