Batam (gokepri) – Setelah lebih dari dua tahun tertunda, Malaysia berupaya menghidupkan kembali proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura. Pemerintah Malaysia kini mencari investor dari perusahaan-perusahaan swasta untuk mewujudkan proyek bernilai miliaran dolar ini.
Rencana pembangunan jalur kereta api sepanjang 350 kilometer antara Kuala Lumpur dan Singapura sempat dibatalkan. Keputusan tersebut diambil setelah negosiasi antara Malaysia dan Singapura mengalami kebuntuan dalam menyepakati perubahan-perubahan yang diusulkan untuk proyek tersebut.
Dilansir dari Reuters, Malaysia dan Singapura kala itu gagal mencapai kesepakatan, meskipun perusahaan-perusahaan dari China, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa telah menunjukkan minat mereka untuk membangun, mengoperasikan, dan membiayai proyek kereta cepat ini. Diperkirakan, proyek tersebut akan menghabiskan dana sekitar USD17 miliar atau setara dengan Rp257 triliun.
Namun, BUMN Malaysia yang bertanggung jawab atas proyek ini, MyHSR Corp, tidak menyerah begitu saja. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, 11 Juli 2023, MyHSR Corp mengumumkan undangan kepada sektor swasta untuk mengajukan proposal pengembangan dan operasional proyek Kereta Api Cepat Kuala Lumpur-Singapura (HSR) melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“(Proses ini) menandai inisiatif pemerintah untuk mengaktifkan kembali proyek ini melalui mekanisme pendanaan baru dan model implementasi dalam upaya untuk lebih meningkatkan infrastruktur transportasi kereta api dan untuk menyegarkan perekonomian nasional,” demikian menurut pernyataan MyHSR.
Dalam upaya menarik minat lebih banyak pihak, MyHSR memperluas undangan tersebut kepada perusahaan dan konsorsium lokal maupun internasional untuk mengajukan proposal mereka. Diharapkan dengan melibatkan sektor swasta, proyek ini akan mendapatkan sumber daya dan keahlian yang diperlukan untuk mewujudkan kereta api cepat yang menjadi impian banyak orang.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Transportasi Singapura belum memberikan tanggapan atau komentar mengenai rencana Malaysia ini. Namun, tahun lalu, Singapura telah menyatakan kesiapannya untuk membuka diri terhadap proposal baru dari Malaysia terkait proyek kereta api berkecepatan tinggi ini.
Baca Juga: Produk Koperasi Malaysia dan Indonesia Dipamerkan di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Reuters








