BATAM (gokepri.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Mahfud MD meninjau pelabuhan yang diduga menjadi pintu keluar atau pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, Kamis 6 April 2023.
Pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Internasional Batam Center. Kedatangan Mahfud ini untuk melihat kesiapan fisik dan tempat khusus di pelabuhan tersebut.
Mahfud beberapa kali melayangkan pertanyaan kepada petugas di pelabuhan terkait keluar masuk orang.
“Kita tinjau fisik saja pelabuhannya sudah bagus. Karena ada laporan di pelabuhan ini jadi tempat keberangkatan pekerja ilegal,” kata dia.
Mahfud juga meninjau pos BP2MI yang ada di pelabuhan. Katanya, perlu ada perbaikan di pos penjagaan itu agar PMI bisa melapor atau mendapatkan perlindungan.
“Ya nanti kita akan lakukan perbaikan lagi Sekarang hanya cek fisik luarnya saja,” kata dia.
Mahfud menjabarkan bahwa dari 2.605 kasus tersebut, 50,97 % korban diantaranya melibatkan anak-anak dan 46,14 % melibatkan perempuan.
“Tapi ini data yang tercatat, bagaimana yang tidak tercatat? Pasti lebih banyak dari ini,” kata dia.
Peningkatan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut pada umumnya disebabkan karena semakin berkembangnya kasus operandi.
“Sepanjang tahun 2021 dan 2022, pemerintah telah menangani 1.262 korban dari tren baru TPPO ini, direkrut secara non prosedural, berbagai PMI ini dipekerjakan sebagai online scammes untuk melakukan penipuan investasi, love scam, operator judi online, penipuan berkedok money laundering,” lanjutnya.
Selain itu, tingginya angka korban TPPO ini juga karena minimnya kesadaran masyarakat di Indonesia terkait bahayanya bekerja di luar negeri sebagai pekerja ilegal.
“Kenapa saya hadir kesini, karena hukum penindakan TPPO di sini macet, makanya saya hadir. Untuk penegakannya nanti saya akan rapatkan di Jakarta nanti,” kata dia.
Baca Juga: Menkopolhukam Mahfud MD ke Batam, Siap Bongkar Pemain PMI Ilegal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









