Lingga Tagih PLN Listrik Desa Hidup 24 Jam, Plt Bupati Kumpulkan Camat

listrik lingga
Plt Bupati Lingga Muhamamd Nizar membawa para camat ke Tanjungpinang untuk bertemu PLN, Kamis (6/1/2021). (foto: istimewa)

Lingga (gokepri.com) – Pemerintah Kabupaten Lingga tengah berjuang agar PLN melistriki sejumlah desa selama 24 jam.

Plt Bupati Lingga Muhammad Nizar bersama Ketua DPRD Lingga Ahmad Nasaruddin, Asisten II, Bapedda Lingga, Dinas Perkim, Kabag Hukum, memboyong para camat untuk menemui Kepala PLN Tanjung Pinang terkait masih adanya desa di Kabupaten Lingga yang belum dialiri listrik selama 24 jam.

Para camat langsung menyampaikan keluhan listrik di wilayah masing-masing kepada PLN.

HBRL

“Mereka yang ikut dalam pertemuan tersebut, Camat Posek, Camat Singkep Barat, Camat Katang Bidare, serta beberapa tokoh masyarakat Lingga,” ujar Nizar, Kamis (7/1/2021).

Nizar mengatakan kepada Kepala PLN Tanjung Pinang bahwa maksud dan tujuan kunjungan ini ialah mengenai pelayanan listrik 24 jam untuk beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Lingga.

“Untuk di Pulau Mepar kami bermohon sekali agar dapat ditingkatkan listrik 24 jam, dan kemudian di Pulau Lalang yang termasuk Desa Berhala sesuai program pemerintah pusat satu desa satu sumber listrik. Jadi kami berharap Pulau Lalang bisa tercover listrik dari Desa Berhala yang sebelumnya sudah ada listrik 24 jam,” ungkap Nizar.

Untuk di Desa Mentuda, Dusun Pulun, Nizar juga berharap PLN juga bisa menyalurkan listrik. Dan juga Desa Pulau Bukit Dusun, Pulau Baru, Kecamatan Katang Bidare, sangat membutuhkan listrik baik itu sebagai sumber penerangan maupun kegiatan ekonomi.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Lingga Ahmad Nasaruddin yang berharap PLN Tanjung Pinang bisa meningkatkan listrik di Desa Rejai yang masih 14 jam menjadi 24 jam karena desa ini sudah padat penduduk dan kebutuhan listrik semakin meningkat

Tidak hanya di desa Rejai, sebagai informasi di lapangan bahwa Desa Mamut dan Tanjung Lipat sedang dibangun jaringan guna menyuplai aliran listrik di antara dua desa tersebut.

“Alangkah baiknya PLN Tanjung Pinang mempertimbangkan untuk menjandikan satu antara Desa Mamut dan Desa Tanjung Lipat dan juga Rejai menjadi 24 jam,” pintanya.

(Tam)

|Baca Juga: Kekerasan terhadap Anak di Lingga Menurun Drastis

Pos terkait