Lingga Dapat Anggaran Rp9,6 Miliar untuk Pembangunan Jalan Lingga Timur

Jalan Lingga Timur
Bupati Lingga Muhammad Nizar meninjau jalan rusak di Desa Belungkur dan Desa Teluk. (Foto: istimewa)

Lingga (gokepri.com) – Bupati Lingga Muhammad Nizar meninjau langsung lokasi jalan rusak yang berada di Desa Teluk-Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Senin (29/11).

Jalan tersebut mendapat perhatian serius dan diupayakan untuk dijadikan prioritas pembangunan dari pagu anggaran yang telah dialokasikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022.

Nizar menjelaskan tahun 2022 Kabupaten Lingga menerima alokasi anggaran Rp9,6 miliar untuk kelanjutan pembangunan jalan di Lingga Timur.

HBRL

Pemerintah daerah berencana mengajukan pembangunan priotas jalan yang berada di Dusun II Tebing, Desa Teluk. Kerena menimbang kondisi jalan yang rawan bencana.

Jalan yang berlokasi dia tas rawa-rawa sagu tersebut, meski sudah berulang kali dilakukan penimbunan oleh masyarakat setempat, tetap saja kondisinya memprihatinkan. Apalagi saat musim hujan melanda. Kondisi ini justru menimbulkan ketidaknyamanan dari pengguna jalan.

“Pada peninjauan bersama camat dan tokoh masyarakat, memang sangat diperlukan adanya peningkatan dijalan tersebut. Kemudian setelah dibangun di situ, dari sisa pagu dapat digunakan untuk peningkatan kelanjutan jalan yang sudah selesai dibangun saat ini di Dusun Limbung, Desa Bukit Harapan,” ujar Nizar.

Selain pembangunan tadi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, juga telah mengakomodir sejumlah kegiatan pembangunan lain untuk Kabupaten Lingga pada 2022.

Seperti kelanjutan pembangunan Jembatan di Desa Marok Tua, Perbaikan Jalan Kelumu-Sertih, Peningkatan Jalan Rantau Panjang. Pembangunan Jembatan Merawang-Malar, Pembangunan gorong-gorong di Air Merah, Singkep Barat. Serta perbaikan 3 buah jembatan, dari 5 jembatan yang berada disepanjang jalan dari Kelurahan Daik-Desa Musai.

“Kami juga berharap dari pembangunan 3 jembatan ini nantinya, dapat menjadi prioritas untuk dibangun yakni Jembatan di dekat penginapan Sunling, Jembatan di Panggak Laut dan Jembatan di Sungai Musai,” jelas dia.

Nizar berharap, dengan adanya pembangunan-pembangunan ini, dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat Lingga dalam aktivitas sebagai pengguna jalan. Selain itu sebagai akselarasi pembangunan dan keterisolasian khususnya di desa-desa yang jauh.

Di waktu yang sama, Nizar juga menghadiri pembukaan turnamen bola voli di Desa Belungkur. Sekaligus memberikan pengarahan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, minimal menggunakan masker.

Meski Kabupaten Lingga sudah berada di zona aman, dan satu-satunya Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau yang sudah di zona hijau. Namun, Nizar meminta kepada semua yang hadir harus tetap waspada menjaga diri, terutama dalam kerumunan.

“Jangan terlalu euforia, meski sudah diizinkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan diruang publik. Harus tetap waspada,” pinta dia.

Kemudian terkait pembangunan di sana, di hadapan masyarakat Belungkur di mengatakan pemerintah telah berencana menghadirkan signal telekomunikasi mengingat kebutuhan jaringan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan penting di Kabupaten Lingga.

Terlebih lagi, di Lingga Timur telah dipersiapkan untuk kawasan industri dengan lahan seluas antara 1.000 sampai 1.500 hektare. Maka dari itu, sangat penting jaringan Telkomsel masuk untuk mempermudah telekomunikasi bahkan menjangkau informasi-informasi di Lingga Timur.

“Dari pertemuan beberapa hari lalu, dengan pihak Telkom dan Telkomsel di Batam, mudah-mudahan Telkomsel juga dapat membangun tower besar. Apakah dibangun di Desa Kudung, dengan melihat luasnya jaringan. Dan tidak menutup kemungkinan, jika jaringan tidak tembus sampai ke sana, Telkomsel akan mendirikan Tower Besar di Desa Belungkur,” terang dia. (Pewarta: Tambunan)

Pos terkait