Lewat Starbucks Mencetak Wirausaha Muda

Starbucks Wirausaha Muda
Peserta program Starbucks Creative Youth Entreprenuership 2021. Program kewirausahaan ini kick off mulai Kamis 22 Juli 2021 dan diikuti 1.152 pelajar dari enam kota di Indonesia. (foto: Dokumentasi Starbucks)

Batam (gokepri.com) – Starbucks dan Prestasi Junior Indonesia membuat program kewirausahaan untuk menghasilkan generasi muda pengusaha. Diikuti 1.152 pelajar dari enam kota selama empat bulan.

Bernama Program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship, pelatihan ini sudah pernah dilaksanakan di Indonesia pada awal 2019 bertepatan dengan perayaan Global Month of Good di setiap bulan April yang dirayakan Starbucks di seluruh dunia.

Program ini menerima sambutan dan respons positif dari partner (karyawan) Starbucks, pelanggan, maupun masyarakat sehingga akhirnya program ini kembali dilaksanakan pada 2021 dengan jangkauan yang lebih luas.

Melalui program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship yang dimulai pada Juli hingga November 2021, lebih dari 200 mitra (karyawan) Starbucks terlibat untuk membantu memfasilitasi dan membimbing 1.152 siswa dari Sekolah Menengah Keujuruan (SMK) di Bali, Batam, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Batam dan Yogyakarta menjadi kota yang baru disertakan tahun ini.

Di tengah situasi saat ini, salah satu fokus pemerintah di tahun 2021 adalah melakukan pemulihan ekonomi lewat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Indonesia saat ini juga tengah memasuki jendela peluang yang bisa menjadi bonus demografi karena lebih dari 70% penduduk Indonesia merupakan penduduk usia produktif. Namun, data dari Badan Pusat Statistik pada Februari 2021 menunjukkan bahwa persentase pengangguran masih terbilang tinggi, bahkan lulusan SMK mencapai 11,45%.

Lewat program kewirausahaan Starbucks Creative Youth Entrepreneurship, Starbucks menunjukkan komitmennya untuk memberikan dukungan dan kepeduliannya terhadap masyarakat Indonesia.

Bermitra dengan organisasi non-profit Prestasi Junior Indonesia, program ini bertujuan untuk membekali dan mempersiapkan generasi muda penerus bangsa dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan melalui metode interaktif pembelajaran jarak jauh.

“Kami berharap melalui program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship dapat membantu para siswa SMK yang merupakan generasi penerus bangsa agar tidak hanya siap untuk bekerja pada saat mereka lulus, tetapi juga mampu berwirausaha. Melalui pelatihan dan pembekalan keterampilan kewirausahaan yang diberikan oleh mitra kami, Prestasi Junior Indonesia, kami bercita-cita agar generasi penerus bangsa memiliki pendidikan serta keterampilan yang dibutuhkan dunia industri dan menjadi penggerak ekonomi,” jelas Anthony McEvoy, pemimpin PT Sari Coffee Indonesia.

Starbucks Wirausaha Muda

Program ini resmi dimulai dengan lewat pertemuan virtual Zoom Meeting, Kamis (22/7/2021). Pesertanya ramai hingga 330 orang dari enam kota. Selain pelajar yang menjadi peserta, pertemuan diikuti guru, kepala sekolah dan relawan program.

Robert Gardiner, pendiri dan penasihat akademik untuk Prestasi Junior Indonesia mengungkapkan rasa senangnya untuk dapat bermitra kembali dengan Starbucks.

Meski tahun ini kegiatan harus dilakukan secara daring, ternyata Prestasi Junior Indonesia justru dapat menjangkau siswa lebih luas dengan dilakukan di enam kota secara serempak.

“Lewat pembelajaran yang kami berikan serta semangat dan keterlibatan para partner (karyawan) Starbucks dalam membantu dan berbagi dengan para siswa SMK, kami optimis dapat menginspirasi dan memberikan manfaat kepada generasi muda untuk menjadi pribadi yang kreatif dan mandiri sehingga berwirausaha dapat menjadi pilihan profesi yang mereka pertimbangkan untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” papar dia.

Muhammad Bakrun, Direktur SMK, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menambahkan Kemendikbud terus mendorong agar anak-anak muda khususnya SMK untuk berwirausaha. Ini bisa dimulai dengan hal-hal sederhana melalui kreativitas yang dimiliki, hingga akhirnya bisa usaha lebih besar dan pada akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan tujuan dari SMK itu sendiri, yaitu mendidik siswa untuk bisa bekerja, melanjutkan dan berwirausaha. Melalui program ini kami berharap dapat melahirkan wirausahawan muda dari SMK,” papar dia.

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapat pengetahuan tentang ragam mengelola bisnis. Mulai dari membangun relasi dengan pelanggan, kemampuan ekonomi, menghitung margin keuntungan, marketing hingga pitching atau memaparkan rencana bisnisnya di hadapan investor.

Setiap peserta akan membentuk kelompok belajar yang akan menyusun proyek bisnis mereka. Setelah mengikuti bimbingan atau mentorship, mereka akan mengikuti simulasi pitching session di hadapan investor.

“Peserta diberi kebebasan berkreasi menciptakan bisnisnya,” sebut Rob.

Di akhir program, dan menjalankan bisnisnya, peserta sampai pada market day. Hasil proyek bisnis peserta akan ditampilkan pada market day. Mereka akan melaporkan laporan keuangannya hingga manajemen bisnis.

“Bukan soal belajar dari buku, tapi bagaimana generasi muda Indonesia bisa duduk, menggali ide dan mewujudkannya. Mereka butuh dukungan, pengetahuan dan saran. Untuk itulah Starbucks hadir lewat program ini,” papar Rob.

Rob mencontohkan salah satu pengalaman sukses dari program ini pada 2019. Pelajar dari sebuah SMK di Bandung sukses dengan proyek bisnis makaroninya. Lulus dari program Starbucks, mereka melanjutkan proyeknya dan kini bisnisnya berpenghasilan Rp10 juta setiap bulan.

“Banyak dari lulusan sekolah harus cari kerja selesai sekolah. Starbucks memberikan mereka kesempatan untuk memulai bisnis,” ujar Rob.

Menurut Rob, program kewirausahaan Starbucks dan PJI ada di 120 negara dan 17 negara di Asia Pasifik. Tapi hanya di Indonesia programnya fokus pada sekolah vokasi, SMK. Ditambah lagi banyak relawan yang ikut serta membuat program di Indonesia ini sukses. Program serupa ada di Korea Selatan, tapi Rob mengatakan program di Indonesia lebih baik.

Rob mengatakan lewat program ini ia ingin generasi muda Indonesia percaya diri, punya pengalaman dan pengetahuan wirausaha sampai kemampuan marketing ketika lulus sekolag.

Lebih penting lagi, sekarang ketika pandemi, generasi muda yang ingin berbisnis harus memiliki kemampuan digital marketing. “Kalau tidak ada Covid-19, maka digital marketing tidak terlalu penting. Tapi sekarang harus menguasainya,” sebut Rob.

Sebagai gambaran, Prestasi Junior Indonesia (PJI) adalah anggota organisasi non-profit terbesar di dunia, JA Worldwide, yang berdedikasi untuk membekali generasi muda mengenai pekerjaan dan kewirausahaan. Kami menciptakan jalan menuju kelayakan kerja, penciptaan lapangan kerja, dan kesuksesan finansial dengan memberikan pembelajaran dengan pengalaman langsung yang berfokus pada kesiapan kerja, literasi keuangan, dan kewirausahaan. Memberikan manfaat kepada lebih dari 310.000 generasi muda sejak tahun 2014, Prestasi Junior Indonesia merupakan salah satu organisasi yang memiliki skala, pengalaman, dan jaringan untuk menempa masa depan yang lebih cerah bagi generasi inovator, wirausahawan, pengambil keputusan, dan pemimpin berikutnya di negara ini. Selama tiga tahun terakhir, Prestasi Junior Indonesia bersama jaringan JA diakui sebagai LSM paling berdampak peringkat ke-7 di dunia oleh NGO Advisor yang berbasis di Jenewa. (Can)

|Baca Juga: Lebah, Terumbu Karang dan Hutan di Gelas Minum Starbucks

BAGIKAN