BATAM (gokepri) — BP Batam mempromosikan Batam sebagai simpul strategis industri maritim global melalui keikutsertaannya dalam pameran Euromaritime 2026 di Marseille, Prancis. Langkah ini untuk memperluas jejaring investasi dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok pelayaran internasional.
Dalam pameran tersebut, Batam tidak lagi diposisikan sebagai kawasan industri penunjang. BP Batam memperkenalkannya sebagai platform operasional industri maritim yang berada di jalur utama perdagangan dunia, Selat Malaka dan Singapura.
Anggota Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis tampil sebagai pembicara dalam forum diskusi. Ia menekankan daya saing Batam ditopang lokasi strategis, status kawasan perdagangan bebas, serta ekosistem industri maritim yang telah terbentuk.
Baca Juga: Bagaimana Industri Hulu Migas Menggerakkan Ekonomi Kepri
“Batam siap menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global,” ujar Fary di hadapan pelaku industri maritim Eropa dalam siaran pers, Rabu 4 Februari 2026.
Agenda BP Batam di Marseille diawali pertemuan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia setempat. Konsulat menyatakan dukungan terhadap upaya Batam memperluas kerja sama ekonomi Indonesia di Eropa.
Partisipasi dalam Euromaritime dinilai sejalan dengan diplomasi ekonomi Indonesia. Pemerintah mendorong kawasan strategis nasional masuk dalam jaringan industri global.
“Kehadiran BP Batam mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Batam,” kata Konsul Jenderal RI di Marseille Dian Kusumaningsih.
Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons terhadap skala galangan kapal di Batam. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.
Sejumlah perusahaan maritim Prancis menyatakan ketertarikan menjajaki kolaborasi. Peluang kerja sama mencakup desain kapal, industri pendukung perkapalan, hingga layanan maritim.
Peluang tersebut akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching. Kegiatan itu direncanakan berlangsung di Batam pada Maret 2026.
Keikutsertaan BP Batam didukung delegasi daerah dan teknis. Mereka antara lain Ketua Kadin Kepulauan Riau Mustava, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni, dan Direktur Investasi BP Batam Dendi Gustinandar.
Kehadiran delegasi ini mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam promosi investasi Batam di tingkat internasional.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di Batam mencapai Rp69,3 triliun. Capaian ini menunjukkan Batam mulai naik kelas, dari kawasan industri regional menjadi pemain yang diperhitungkan dalam industri maritim global.
Baca Juga: Kerja Sama Rp1,3 Triliun, Indika Energy Kelola Terminal Peti Kemas Batu Ampar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









