Lanud Hang Nadim Batam Perkuat Pertahanan Udara di Jalur Sibuk Selat Malaka

Lanud Hang Nadim Batam. (internet)

BATAM (gokepri.com) – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim di Batam terus menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga kedaulatan udara di wilayah perbatasan Indonesia. Berdiri sejak Juni 2019, pangkalan ini berkembang dari sebuah pos kecil menjadi kekuatan penting di kawasan Selat Malaka.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Hendro Sukamdani, menjelaskan bahwa sebelum resmi menjadi lanud, keberadaan TNI AU di Batam hanya berupa pos perwakilan dari Lanut Raja Haji Fisabilillah dengan sekitar 10 personel.

“Dengan meningkatnya aktifitas dan kebutuhan pengamanan wilayah udara di Batam yang sangat strategis, pimpinan TNI AU memutuskan membentuk lanud pada Juni 2019,” ujarnya.

HBRL

Ia menambahkan, letak Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikan kehadiran TNI AU sangat penting, terutama dalam mengamankan jalur perdagangan internasional di Selat Malaka.

Seiring perubahan status dari pos menjadi lanud tipe C, terjadi peningkatan signifikan dari sisi kekuatan. Jumlah personel bertambah menjadi sekitar 125 orang, didukung dengan infrastruktur dan fasilitas operasional yang lebih memadai.

“Dulu dengan personel terbatas, dukungan operasi penerbangan belum optimal. Sekarang kami lebih siap mendukung patroli udara, termasuk pengamanan wilayah strategis,” katanya.

Nama Hang Nadim sendiri diambil dari tokoh Melayu sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan daerah, sejalan dengan tradisi TNI AU yang menggunakan nama-nama tokoh lokal untuk setiap pangkalan udara.

Selain menjalankan fungsi pertahanan, Lanud Hang Nadim juga aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Salah satu wujudnya adalah pembangunan Masjid Baitul Amin Angkasa yang kini menjadi ikon religi baru di Batam dan terbuka untuk umum.

Dalam mendukung pengamanan objek vital, lanud juga berperan di kawasan bandara sebagai bagian dari komite pertahanan, serta rutin melakukan patroli dan koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Ke depan, Lanud Hang Nadim berpotensi ditingkatkan statusnya menjadi tipe B, seiring meningkatnya kebutuhan pertahanan di wilayah tersebut.

“TNI AU berkomitmen menjaga kedaulatan udara, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki posisi sangat strategis,” ujar Hendro.

Dengan peran yang terus berkembang, Lanud Hang Nadim kini tidak hanya menjadi pangkalan pendukung operasi penerbangan, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia di kawasan perbatasan. *

Penulis: Engesti

Pos terkait