Lagi, Kader Partai Politik di Batam Terjerat Kasus Narkotika

Partai Solidaritas Indonesia Batam
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto melakukan konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jenis kokain dan sabu. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Batam Susanto ditangkap karena diduga mengonsumsi sabu dan ekstasi. Penangkapan itu menambah kasus penyalahgunaan narkotika oleh kader partai politik di Batam.

Susanto bersama dua orang lainnya ditangkap pada 4 Juni 2024 di Perumahan Livia Garden, Kota Batam. Ia kepada polisi mengaku telah mengonsumsi sabu dan ekstasi sejak tahun 2011. Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba mengatakan sebelumnya pihaknya telah menangkap Ketua DPD PSI berinisial S, bersama dua rekannya yaitu AH, dan SN.

Baca Juga:

Adapun barang bukti yang ditemukan polisi saat penangkapan berupa narkoba jenis sabu seberat 0,52 gram. “Tersangka S mengaku mengkonsumsi narkotika jenis ekstasi dan sabu sejak 2011. Zat utama yang digunakan saat ini ketergantungan sabu,” kata Tigor.

Ia menambahkan ketiga tersangka tersebut diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka dan BB yang ditemukan, diputuskan ketiganya hanya sebagai pengguna. Sehingga para tersangka diserahkan ke BNNP Kepri untuk menjalani proses rehabilitasi selama 6 bulan,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Kepri Anto Duha, Kamis (6/6/2024), membenarkan kabar bahwa Susanto telah ditangkap oleh Polresta Batam-Rempang-Galang (Barelang). Ia menyatakan, PSI tidak menoleransi pelanggaran hukum oleh kadernya, terlebih soal korupsi dan penyalahgunaan narkotika.

ketua PSI Batam narkoba
Ketua DPW PSI Kepri Anto Duha. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

”Kami dari DPW PSI akan segera melakukan tindakan tegas, yakni pemecatan dengan tidak hormat. Mencabut kartu tanda anggota yang bersangkutan sebagai anggota PSI,” kata Anto.

Meski begitu, Anto menuturkan, PSI masih menunggu keterangan lebih lengkap dari polisi soal penangkapan Susanto. Menurut dia, PSI mendukung kepolisian untuk menjatuhkan sanksi hukum seberat-beratnya bila Susanto terbukti menyimpan dan mengonsumsi narkoba.

”Bila dia ditetapkan sebagai tersangka, kami tidak akan memberikan bantuan hukum terkait narkoba. Kami mendukung kepolisian memberantas narkoba,” ujar Anto.

Peristiwa kader partai politik di Batam terjerat kasus narkotika juga terjadi pada Maret 2023. Saat itu, Azhari David Yolanda yang merupakan kader Partai Nasdem dan Sekretaris Komisi II DPRD Batam ditangkap polisi karena membawa 0,68 gram sabu.

Pada Juli 2023, Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis enam bulan penjara dan 10 bulan rehabilitasi kepada Azhari. Azhari menyatakan menyesali perbuatannya dan tidak mengajukan banding atas vonis hakim. Ia pun akhirnya di-PAW oleh Partai NasDem.

Penulis: Muhammad Ravi, ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN