KUR BRI Hantarkan Outlet Krengge Store di Karimun Kian Berkembang

Karyawan Krengge Store, Dewi menunjukkan koleksi baju yang ada dalam outlet Krengge Store. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Baju kaos oblong warna hitam polos nampak berjejer rapi di tengah ruangan dengan ukuran sekitar 3 X 4 meter.

Di dinding kiri dan kanan terlihat mengantung sejumlah baju kaos aneka warna dan hoodie warna hijau dan hitam.

Di pintu masuk yang terbuat dari kaca juga terpajang dua kaos oblong warna itu dengan desain gambar yang menarik.

HBRL

Outlet kecil yang berada di Jalan A Yani atau persis di tanjakan Bukit Senang, Tanjungbalai Karimun itu dikenal dengan Krengge Store, toko penjual baju dengan desain ikon Karimun.

Outlet Krengge Store dikelola dua orang anak muda asal Karimun, Rahman dan Muhammad Faritz.

Bagi pelancong, tak lengkap rasanya ketika bertandang ke Karimun kalau tak singgah ke outlet Krengge Store ini.

Sebab, toko kecil ini menyediakan baju kaos oblong dengan desain ikon Karimun.

Karyawan Krengge Store, Dewi berada di meja kasir. (Ilfitra/gokepri.com)

“Gambarnya tinggal pilih. Ada tulisan ‘Nasi Lemak’ dan tulisan ikon ‘Karimun. Harganya murah, satu helai baju plus sablon hanya Rp130 ribu saja,” ujar Muhammad Faritz didampingi rekannya, Rahman, Selasa, 5 Maret 2024 malam.

Untuk menyablon gambar pun tak butuh waktu lama. Satu helai baju hanya berdurasi sekitar 5 hingga 6 menit.

“Hanya 5 sampai 6 menit saja, baju langsung jadi sesuai dengan gambar yang diinginkan pembeli,” ungkapnya.

Untuk bahan, mereka sengaja memilih jenis new states apparel dari Bandung.

Faritz berkisah, pada akhir 2022, Krengge Store yang dikelolannya bersama Rahman itu awalnya hanya outlet kecil di bilangan Teluk Air, Tanjungbalai Karimun.

“Awalnya, outlet kami hanya mampu memuat 2 orang saja. Lokasinya dekat rumah Bang Rahman di Teluk Air,” kata Faritz.

Namun, karena keberaniannya meminjam dana dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, maka usahanya makin berkembang.

“Setelah tanya-tanya kawan, ada yang nawarkan coba aja di KUR BRI. Biasa lah, kalau kita buka usaha tentu mencari yang tercepat dan termurah,” ungkapnya.

Dia menyebut, KUR tanpa adanya agunan. Dia hanya memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pihak bank.

“Tak ada agunan, kami hanya diminta NIB saja. Dana langsung cair,” tuturnya.

Berbekal kucuran dana dari KUR BRI sebesar Rp30 juta dengan angsuran hanya Rp900-an ribu per bulan selama tiga tahun, outlet yang awalnya hanya mampu diisi 2 orang kini sudah memilik 3 orang karyawan plus 2 orang owner.

“Di sini kami baru jalan satu tahun. Alhamdulillah, kredit kami tak pernah macet, karyawan kami sudah nambah dari satu orang sekarang sudah tiga. Alhamdulillah, semua lancar. Operasional tertutupi. Dari awal buka sekarang makin nambah terus,” jelasnya.

Untuk pembayaran pun, outlet ini telah menyediakan QRIS, sehingga pengunjung tak harus membawa uang tunai.

Filosofi Krengge

Muhammad Faritz menjelaskan alasan dia dan Rahman memilih nama Krengge sebagai merk outlet mereka. Krengge merupakan nama binatang.

“Krengge itu kan semut. Cuma semut besar berwarna kuning atau coklat yang biasa hidup di pohon-pohon,” ungkapnya.

Dia menyebut, semut merupakan binatang yang paling lama hidup. Bahkan, binatang ini sudah ada sejak zaman purba.

“Makanya kami berharap bisa bertahan hidup terus seperti Krengge ini,” tuturnya.

Selain itu, semut merupakan hewan yang hidup berkoloni dan saling bekerjasama.

“Kami juga akan terus bekerjasama membangun toko ini. Ke depannya betul-betul solid seperti Krengge, yang bisa bertahan lama dan yang bisa bekerjasama,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait