KUR BRI Hantarkan Kerupuk Kenara, UMKM Karimun Tembus Pasar Dunia

Muhammad Ikhsan Hasibuan (35) menunjukkan produk Kerupuk Kenara di pabriknya, Perumahan Bukit Tembak Asri, Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Muhammad Ikhsan Hasibuan (35), honorer di Pemkab Karimun berani mengambil langkah untuk berhenti jadi tenaga honor demi mengembangkan usaha kerupuknya, Kenara.

Ikhsan sudah tercatat menjadi tenaga honorer di Disdagkop UMKM dan ESDM Karimun sejak Januari 2011 dan memutuskan berhenti pada 2020.

Kerupuk Kenara merupakan kerupuk berbahan baku ikan tenggiri dengan berbagai jenis varian yang dibungkus dalam kemasan yang sangat menarik.

HBRL

Usaha kerupuk Kenara sebenarnya sudah dirintis Ikhsan bersama istrinya, Tirta Damayanti yang juga honorer di PKK Kabupaten Karimun sejak 2018 silam.

Namun, usaha yang mereka geluti saat itu masih bersifat sampingan, sehingga hasil yang didapat juga belum memuaskan.

Kemudian, pada 2020 ketika pandemi Covid-19 mulai melanda, pasangan suami-istri ini makin bingung mencari tambahan pendapatan.

Akhirnya, dengan kebulatan tekad mereka memutuskan berhenti jadi tenaga honorer dan totalitas dalam membangun usahanya.

“Dengan bismillah, saya berani mengajukan surat resign ke dinas. Saya berfikir bisnis ini harus fokus, gak bisa setengah-setengah,” ujar Ikhsan di Pabrik Kerupuk Kenara miliknya di Komplek Bukit Tembak Asri, Kecamatan Meral, Sabtu, 2 Desember 2023.

Muhammad Ikhsan Hasibuan selaku owner Kerupuk Kenara bersama karyawannya. (Ilfitra/gokepri.com)

Setelah fokus, Ikhsan bersama istrinya mulai membenahi manajemen, mulai dari perizinan, kemasan hingga market yang harus diperluas.

Karena kekurangan modal usaha, Ikhsan memberanikan diri untuk mendapatkan pinjaman modal kepada BRI Tanjungbalai Karimun melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Saat itu, dia hanya meminjam Rp25 juta dengan agunan BPKB sepeda motor.

Dengan tambahan modal itu, Ikhsan makin mensuplai bahan baku lebih banyak sekaligus menambah jumlah karyawannya.

Pada September 2022, Ikhsan bersama para pelaku UMKM di Karimun lainnya kemudian mengikuti Festival Majestic Johor, Malaysia selama 10 hari.

Di negeri jiran itu, mereka diberi fasilitas stand gratis. Hanya uang transportasi dan akomodasi mereka tanggung sendiri.

“Kami sepakat mengambil peluang ini. Dari sana kami bisa tahu apakah produk Karimun diminati oleh masyarakat sana. Alhamdulillah, 90 persen produk terjual dengan nominal transaksi 6.000 ringgit penjualan,” ungkapnya.

Seiring bisnisnya makin berkembang, Ikhsan makin berani menambah pinjaman kepada BRI Tanjungbalai Karimun sebesar Rp90 juta, tanpa agunan.

Tambahan modal itu dia gunakan untuk membeli mesin penggoreng otomatis, freezer yang makin besar, mesin pengering, bahkan kendaraan roda empat sebagai moda transportasi pendukung usaha.

Bukan hanya itu, dengan modal yang besar kini dirinya mampu membeli bahan baku berupa ikan tenggiri dengan jumlah yang besar, bahkan sekali pembelian mencapai Rp9 juta.

Ikhsan juga makin sering mengikuti event nasional maupun berkelas internasional, salah satunya adalah Bazar HUT RI ke 78 di Kedubes Singapura pada Ahad, 20 Agustus 2023.

“Alhamdulillah, target kami tercapai dengan total penjualan selama setengah hari sebesar S$ 1.519 SGD atau sekitar Rp 17.134.320 (kurs 11.280), hal ini tidak pernah kami bayangkan produk UMKM yang kami bawa 90 persen terjual habis,” bebernya.

Ikhsan merasa bersyukur bisa menjadi nasabah BRI Unit Tanjungbalai Karimun. Sebab, selain menerima pinjaman KUR, dirinya juga mendapat pelatihan dari BRI.

“Kami mendapat pelatihan secara online dari BRI pusat yang didaftarkan oleh BRI Tanjungbalai Karimun. Bahkan, kami ada WAG untuk komunikasi terkait program-program dari BRI,” ungkapnya.

Ikhsan menyebut, pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya kemudahan proses peminjaman KUR karena selain tanpa agunan, prosesnya cepat dan juga dapat bimbingan dari BRI.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga antara Kenara dan BRI Tanjungbalai Karimun bisa terus terjalin kerjasama yang baik, mulai dari sisi permodalan, pemasaran dan manajemen yang berguna bagi bisnis kami. Semoga kita sama-sama tumbuh maju dan berkembang,” pungkasnya.

Agunan Utama KUR Adalah Usaha

Bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang ingin menambah modal untuk pengembangan usahanya bisa mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Berdasarkan aturan terbaru dari Kementerian Koperasi dan UKM, untuk mendapatkan KUR tidak harus pakai agunan.

“Agunan utama yang dinilai itu adalah usaha,” ujar Kepala BRI Unit Tanjungbalai Karimun, Herbeth Nababan di kantornya.

Kepala BRI Unit Tanjungbalai Karimun Herbeth Nababan. (Ilfitra/gokepri.com)

Kata Herbeth, ada beberapa bentuk usaha yang bisa dibantu dengan KUR diantaranya pelaku usaha nelayan, perdagangan, jasa dan industri rumah tangga.

Menurut dia, KUR juga dibagi atas kategori KUR mikro dan KUR super mikro.

“KUR super mikro dengan plafon Rp1 juta hingga Rp10 juta dan KUR mikro dari Rp11 juta sampai Rp100 juta,” jelasnya.

Herbeth menyebut, syarat untuk KUR mikro lamanya usaha minimal 6 bulan.

Modal usaha yang dibantu berupa kredit modal kerja dan kredit investasi seperti menambah aset.

“Selain itu, KUR juga bisa untuk perumahan KPR apalagi sekarang banyak rumah bersubsidi,” terang Herbeth.

Hanya saja, KUR tidak bisa untuk kredit kendaraan bermotor roda empat.

Herbeth menjelaskan, untuk mendapatkan KUR persyaratan administrasi foto kopi KTP suami-istri, fotokopi KK, fotokopi surat nikah dan surat keterangan usaha dari kantor desa atau kelurahan.

“Untuk pinjaman di atas Rp50 juta wajib pakai NPWP yang aktif. Jika ada pelaku usaha yang meminjam di atas Rp50 juta maka pajaknya wajib dibayar dulu,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait