Kualitas Tenaga Kerja Jadi Tantangan Industri di KEK Kepri

menaker resmikan BLK Batam
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berbincang dengan calon tenaga kerja di BLK Kabil, 10 Juli. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk mendukung pasar kerja di kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kepulauan Riau.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Internasional Batam (UIB), Kepulauan Riau, Suyono Saputra menjelaskan hingga saat ini persoalan kualitas SDM masih menjadi tantangan bagi Pemprov Kepri untuk memenuhi kebutuhan industri.

Baca: Investasi Rp161 Triliun, Ini Empat KEK Baru yang Disiapkan Pemerintah

HBRL

“Ini menjadi tantangan juga, sudah sering didiskusikan juga Pemprov Kepri bagaimana agar ada keterkaitan dengan pelaku industri dan pengelola sekolah dan perguruan tinggi, supaya jelas apa yang dibutuhkan industri dan yang disediakan sekolah,” ujar Suyono di Batam, Jumat.

Ia menyampaikan hal tersebut sedang digagas oleh Pemprov Kepri agar pengembangan vokasi semakin ditingkatkan. Menurut dia, selain dikembangkan oleh sekolah vokasi yang ada melalui SMK, dan Politeknik, pemerintah juga harus menjamin bahwa balai latihan kerja (BLK) juga cukup memadai seluruh SDM Kepri untuk meningkatkan skill mereka.

“Tujuannya supaya ada keterkaitan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja. Selama ini seperti tidak ada kecocokan antara kebutuhan industri dan SDM yang tersedia. Itu yang pelan-pelan kita perbaiki,” kata Suyono.

kepri turis
Akademisi Ekonomi dari Universitas Internasional Batam (UIB), Suyono Saputra. (ANTARA/Ogen)

Ia mengatakan dengan hadirnya BLK untuk mengisi kekosongan terhadap skill-skill tambahan bahkan skill dasar agar bisa bersaing.

“Anak SMK yang baru lulus juga bisa ambil vokasi di BLK untuk meningkatkan skill dasar mereka. Supaya SDM yang punya skill terbatas, bisa meningkatkan skillnya sesuai dengan pasar kerja yang ada, dan bisa bersaing,” kata dia.

Dengan begitu, Suyono berharap baik sekolah vokasi, sekolah tinggi, atau lembaga sertifikasi menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Jadi jangan sampai SDM yang dihasilkan itu kebingungan mau kerja dimana. Ini tantangan juga,” ujar dia.

Adapun tiga sektor industri yang menjadi menopang perekonomian di Kepri, khususnya Batam di antaranya industri pengolahan, industri konstruksi dan jasa. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait