BATAM (gokepri) – Kepanikan sempat melanda Pulau Bulan setelah dinding penangkaran buaya jebol. Bagaimana kronologi kejadian dan upaya penangkapan buaya-buaya yang sempat lepas?
Hujan deras yang mengguyur Batam beberapa hari terakhir menyebabkan musibah di Pulau Bulan. Dinding kolam penangkaran buaya jebol, mengakibatkan beberapa ekor buaya lepas.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam BBKSDA Riau, Tommy Steven Sinambela, menjelaskan kejadian jebolnya dinding atau pagar kolam penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) dilaporkan terjadi pada Senin, 13 Januari, pukul 06.26 WIB.
“Jebolnya tembok atau pagar kolam itu pertama kali diketahui oleh dua petugas keamanan yang selesai berpatroli,” kata Tommy saat dihubungi pada Kamis 16 Januari 2025.

Tanggul atau tembok pagar kolam penangkaran jebol di dua titik, masing-masing sepanjang kurang lebih 70 meter. Kejadian ini segera dilaporkan ke manajer perusahaan, yang kemudian meneruskannya ke BBKSDA Riau dan Polsek Bulang.
Siang harinya, sekitar pukul 12.52 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, Polsek Bulang, Bhabinkamtibmas Batu Legong, Babinsa Batu Legong, Babinsa Pantai Gelam, Babinsa Pulau Buluh, dan Babinpotmar Pulau Mengkada langsung menuju lokasi penangkaran di Pulau Bulan untuk memeriksa kondisi.
Dari hasil pengecekan, diduga hujan yang turun selama tiga hari berturut-turut menyebabkan debit atau volume air berlebih—bisa disebut banjir—yang membuat sirkulasi air kolam penangkaran tak mampu lagi menahan volume air di tiga lapis tanggul atau temboknya.
“Pihak penangkaran sudah melakukan pengamanan awal di area kolam untuk mengantisipasi agar buaya yang berada di dalam kolam tidak keluar,” ujar Tommy.
Berdasarkan informasi dari pihak penangkaran, jumlah buaya di kolam tersebut sekitar 200 ekor. Diperkirakan, ada lima ekor buaya yang lepas.
“Kami sudah membentuk tim gabungan untuk patroli sejak hari kejadian, dan kami telah menemukan tiga dari lima ekor buaya yang lepas,” imbuhnya.
Sejak kejadian, pihak penangkaran telah memasang pagar sementara di sekeliling area kolam. Para pekerja penangkaran juga disiagakan untuk mengawasi buaya yang masih berada di dalam kolam.
“Patroli bersama masih terus dilakukan selama beberapa hari ke depan,” pungkas Tommy. ANTARA
Baca Juga:
Warga Pulau Buluh Tuntut Tanggung Jawab Perusahaan Penangkaran Buaya
Simak Video Teror Buaya di Pulau Buluh:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








