Batam (gokepri.com) – Bandara Hang Nadim Batam masuk dalam daftar peluang kerja sama sektor perhubungan antara Indonesia dan Korea Selatan. Selain Hang Nadim Negeri Ginseng juga melirik proyek kereta di Bali.
Peluang kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Duta Besar Republik Korea Park Tae-sung.
Kedua perwakilan negara itu mengadakan pertemuan bilateral Rabu (6/1) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan Jakarta.
Ia juga mendorong optimalisasi kerja sama kedua negara di sektor infrastruktur transportasi, khususnya melalui skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Saya juga mengundang dan menyambut baik minat dan partisipasi sektor swasta Republik Korea untuk berinvestasi dalam proyek transportasi Indonesia melalui skema Public Private Partnership (PPP),” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Republik Korea menyampaikan bahwa mereka tertarik untuk melakukan kerja sama pada pengembangan Bekasi Proving Ground, pengembangan perkeretaapian di Bali serta pengembangan Bandar Udara Hang Nadim, Batam.
Ketertarikan Korea Selatan terhadap Bandara Hang Nadim bukan yang pertama. Pada 2015, Incheon International Airport Corporate (IIAC) Korea Selatan sudah menjajaki proyek ini bahkan sampai mengikuti beauty contest beberapa tahun lalu. Tapi langkah itu berhenti di tengah jalan. Padahal Incheon waktu itu didukung Kementerian Infrastruktur Korea.
Adapun pada kesempatan tersebut, Menhub juga menyampaikan kembali dan mengundang Pemerintah Republik Korea untuk berpartisipasi dalam pengembangan transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, terutama dalam mengembangkan sistem perkeretaapian di ibu kota negara baru.
“Saya mengundang dan menyambut baik gagasan dan investasi Republik Korea untuk mendukung pembentukan sistem transportasi yang cerdas dan ramah lingkungan di Ibu Kota Negara Baru”, ucapnya.
Kementerian Perhubungan dengan Republik Korea telah menikmati kerja sama yang saling menguntungkan, salah satunya adalah dalam kerangka kerja sama Official Development Assistance (ODA) Program.
“Saya menghargai hibah yang diberikan oleh Republik Korea dalam kerangka Official Development Assistance (ODA) Program pada proyek-proyek yang akan meningkatkan sistem transportasi di Indonesia,” ujar Menhub.
Program itu mencakup Master Plan for Improving Bus Terminal in the Republic of Indonesia and Intelligent Transport System (ITS) as pilot projects yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Basic Design and Pilot Project of Bus Information Management System (BIMS) for Jakarta yang akan dilaksanakan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
(Can)
|Baca Juga: BANDARA HANG NADIM: Pembangunan Taxiway dan Apron Pesawat Kargo Rampung









