Komplotan Begal Sadis di Batam Dibekuk

Polresta barelang Buru begal
Tim Patroli Polresta Barelang. (Foto: Polresta Barelang)

Batam (gokepri.com) – Ditreskrimum Polda Kepri membekuk komplotan begal sadis yang menyebabkan korban hingga mengalami patah tulang. Korbannya adalah pasangan suami istri, Heri (41) dan Masriani (32).

Direktur Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto mengatakan, penangkapan komplotan begal sadis ini berdasarkan laporan korban. Peristiwa itu dialami pasangan suami istri tersebut saat sedang melintasi Jalan Bunga Raya, Lubuk Baja, Sabtu (5/6/2021) sekira pukul 23.00 WIB.

“Para pelaku yang sudah membututi korban, langsung menarik paksa tas istri yang ada di bagian tengah motor yang mereka tumpangi. Karena hilang keseimbangan, korban jatuh dan mengalami luka serius,” katanya, Senin (7/6/2021).

HBRL

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang selangkangan dan tangan. Suami istri itu juga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

Dari laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan mendapati adanya laporan jual beli barang elektronik berupa handphone diduga curian. Jual beli itu dilakukan oleh salah satu tersangka bernama Charles (36).

“Pada pukul 00.30 WIB, tim mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di perumahan Belakang Hotel Planet. Tim lalu melakukan penangkapan, hasil penggeledahan ditemukan uang sebesar Rp650 ribu, diduga hasil penjualan handphone,” terang Arie.

Dari pengembangan, kepolisian mendapati satu tersangka lain atas nama Sahat yang kini dinyatakan DPO. Dimana saat petugas berusaha melakukan penangkapan di kediamannya di Villa Pesona Asri, petugas mendapati rumahnya dalam keadaan tertutup dan motor yang digunakan pelaku tidak berada di rumah.

Tidak hanya para tersangka yang berperan sebagai eksekutor, petugas juga mengamankan tiga tersangka lain yakni Toni (30), Andi (31), dan Oky (28) yang berperan sebagai penadah barang hasil begal para pelaku.

“Selain sebagai penadah, terkadang mereka ini melakukan sistem bergantian dalam melakukan aksi begal yang cukup meresahkan masyarakat Batam. Terutama saat melintasi kawasan Lubuk Baja di malam hari,” ungkapnya. (wan)

Pos terkait