BATAM (gokepri) – Mayapada Group dan Apollo Hospitals India berkolaborasi menggarap KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional di Batam. Layanan kesehatan kota ini akan naik kelas, ditargetkan beroperasi pada 2026.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada proyek yang dikelola oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) di Banten, serta oleh Mayapada Group melalui PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) di Batam.
Penetapan KEK Banten tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 38/2024 mengenai Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten, yang mulai berlaku sejak 7 Oktober 2024.
Di sisi lain, KEK Batam yang dikelola oleh Mayapada Group (SRAJ) diatur dalam PP No. 39/2024 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, yang diteken oleh Presiden Jokowi pada tanggal yang sama.
Total investasi untuk pengembangan KEK Banten dan Batam mencapai Rp27,1 triliun. Dari jumlah tersebut, PT Surya Inter Wisesa (SIW), anak perusahaan BSDE, akan menggelontorkan Rp18,8 triliun untuk pengembangan KEK Banten di lahan seluas 59,68 hektare.
Sementara itu, Mayapada Group, melalui PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), akan merealisasikan investasi sebesar Rp6,91 triliun untuk pengembangan KEK Pariwisata dan Kesehatan di Batam, bekerja sama dengan Apollo Hospitals India.
Dilansir dari laman resmi KEK, pembangunan KEK Batam diinisiasi oleh PT Karunia Praja Pesona, dengan target investasi mencapai Rp6,91 triliun dan diperkirakan akan menyerap 105.406 tenaga kerja.
Investor utama KEK Batam, Apollo Hospitals India, berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan layanan kesehatan berstandar internasional yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Proyek ini juga diharapkan dapat menghemat devisa hingga Rp500 miliar.
Rencana Pengembangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menargetkan KEK Banten dapat menyerap tenaga kerja hingga 13.446 orang setelah beroperasi penuh.
Kegiatan usaha di KEK Banten mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan dengan hadirnya Monash University, yang merupakan universitas terbaik ke-42 di dunia; riset; ekonomi digital; serta pengembangan teknologi dengan target 100 startup. Selain itu, bidang kesehatan akan menyediakan layanan terintegrasi, dan ada juga industri kreatif.
Di KEK Batam, serapan tenaga kerja ditargetkan mencapai 105.406 orang setelah beroperasi penuh. Apollo Hospitals India dan Mayapada Group, sebagai investor utama, berkomitmen untuk menyelesaikan konstruksi layanan kesehatan berstandar internasional dan peningkatan pariwisata medis yang direncanakan akan rampung pada 2026.
Dengan adanya KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, diharapkan negara dapat menghemat devisa hingga Rp500 miliar. Pengusulan KEK Batam dinilai telah memenuhi persyaratan karena telah menguasai lahan 100% dengan investor utama, yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Group, untuk pembangunan Rumah Sakit Internasional.
Di lokasi Sekupang, akan dilaksanakan kegiatan utama kesehatan dengan rencana bisnis Rumah Sakit Internasional (Mayapada Apollo Batam International Hospital), Nursing Academy International, MedTech Park, serta fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conventions & Exhibitions), perumahan dokter, dormitory, hotel, dan retail.
Baca: KEK Kesehatan Diteken Jokowi, Batam Makin Lengkap dengan Wisata Medis
RSBP Batam beserta sarana pendukung lainnya juga akan menjadi bagian dari KEK, dengan layanan yang terintegrasi dengan Mayapada Apollo Batam International Hospital.
Di lokasi Nongsa, kegiatan utama pariwisata akan dilaksanakan dengan rencana bisnis Retirement Village & Clinic, serta akomodasi penunjang berupa cottages, bungalow, dan motel yang diperuntukkan bagi wisatawan, pasien, dan keluarga pendamping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









