KKP Garap Ekosistem Lobster di Batam, Kerang Terbuang Jadi Solusi Pakan Murah

Budi daya lobster Batam
Seorang petugas memperlihatkan seekor lobster budi daya yang berada di Modeling Budi Daya Lobster, di Balai Perikanan Budi Daya Laut, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (9/10/2024). ANTARA/Maria Cicilia Galuh

BATAM (gokepri) – Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan kemajuan signifikan ekosistem budi daya lobster di Batam, Kepulauan Riau. Perkembangan ini didorong oleh optimalisasi pakan alami berbasis kerang yang sebelumnya terbuang.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyebut Batam dipilih sebagai lokasi pengembangan berdasarkan kajian ilmiah. “Perairan Batam kaya nutrien, ideal untuk pertumbuhan kekerangan—sumber pakan utama lobster,” jelasnya di Jakarta, Kamis (13/6).

Melalui kerja sama dengan pembudi daya kekerangan di Tanjung Uma, KKP berhasil memangkas biaya pakan lobster hingga 35%. “Hasilnya luar biasa. Biaya produksi turun drastis tanpa mengurangi kualitas,” ujar Tb Haeru.

HBRL

Kolaborasi ini juga meningkatkan pendapatan pembudi daya kerang hijau. Mereka mencatat kenaikan hasil panen sebesar 30%, yang dipasok ke restoran dan rumah makan. Di sisi lain, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam memanfaatkan limbah kerang kupang—yang sebelumnya dibuang—sebagai pakan lobster.

“Kerang kupang mengandung nutrien tinggi dan tidak dikonsumsi manusia, sehingga tepat dijadikan pakan berkualitas,” tambah Tb Haeru, yang akrab disapa Tebe.

Kepala BPBL Batam, Ikhsan Kamil, mengonfirmasi kerja sama ini telah mencapai target. “Panen kerang kupang sesuai ekspektasi. Selain hemat biaya, produksi lobster lebih efisien,” katanya.

Untuk mendukung produktivitas, BPBL Batam memberikan tiga unit keramba jaring apung (KJA) berukuran 3×3 meter dengan empat lubang per unit. Masing-masing dilengkapi 250 tali kerang berpelampung, dikelola tiga kelompok pembudi daya. Fasilitas ini diproyeksikan menambah produksi kerang hijau 30%.

Rusli, salah satu pembudi daya, mengaku terbantu dengan program ini. “Produksi kerang hijau kami naik, penghasilan bertambah. Kami juga bangga bisa menyuplai pakan untuk lobster,” ujarnya.

Inisiatif ini sejalan dengan program ekonomi biru KKP yang digagas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Lobster ditetapkan sebagai komoditas ekspor unggulan Indonesia di masa depan. ANTARA

Baca Juga: Bea Cukai Kembali Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19,2 M

 

 

Pos terkait