Batam (gokepri.com) – Perjalanan atlet ganda putri Indonesia, Greysia Polli sangat berliku, pernah terpuruk hingga hampir pensiun dini. Sebelum akhirnya berhasil meraih emas bersama pasangan mudanya, Apriyani Rahayu, di Olimpiade Tokyo 2020.
Hal itu diceritakan Eddy Sutanto, orang tua angkat Greysia Polli, yang menyaksikan langsung perjalanan Greysia dari usia lima tahun hingga saat ini. Prestasi yang diraih atlet andalan Indonesia tersebut bisa didapat karena memang dengan penuh perjuangan.
“Greysia ini teman anak saya, yang dulu masa kecilnya sama-sama berlatih badminton,” kata Eddy kepada gokepri.com, Senin (9/8/2021).
Menurutnya, saat usia 5 tahun Greysia dibawa ibu kandungnya dari Manado ke Jakarta. Talenta Greysia memang sudah terlihat saat usianya masih kecil, hal itu yang membuat ibunya juga berjuang ke Jakarta agar bakat yang dimiliki anaknya tersebut terus berkembang.
Di lapangan badminton itulah, Eddy mengaku mulai mengenal Greysia dan keluarganya. Karena anaknya waktu itu juga merupakan atlet badminton, hanya saja berhenti saat remaja. Sedangkan Greysia masih terus berlanjut.

“Greysia ini memang sudah seperti anak saya sendiri. Dia kalau manggil saya juga bapak,” katanya.
Saat usianya menginjak 10 tahun, Greysia sudah tinggal di Asrama Jaya Raya dan menjadi anggota club di sana. Ia berlatih dengan giat dan disiplin, sejumlah prestasi tingkat Nasional berhasil diraihnya kala itu.
Hingga akhirnya saat usianya sudah menginjak 15 tahun, ia ditarik ke Platnas. Eddy mengatakan Greysia memang menghabiskan masa kecilnya di dunia olahraga badminton. Ia dikenal sebagai anak yang disiplin dan mempunyai mimpi yang besar.
“Dia anaknya tidak pernah menyerah, punya mimpi yang besar,” ujarnya.
Perjalanan untuk dapat meraih prestasi menurutnya juga didapat tidak mudah, Greysia pernah terpuruk saat bertanding pada Olimpiade 2012 di London. Waktu itu mendapatkan kartu hitam bersama pasangannya Meiliana Jauhari.
Greysia dan Meiliana Jauhari di diskualifiasi pada Olimpiade London 2012, karena dianggap melanggar kode etik dengan sengaja mengalah. Pasca kejadian itu, Greysia sempat terpuruk sebab waktu itu usianya juga masih sangat muda.
“Tapi puji Tuhan, Greysia mampu bangkit dan kembali bersemangat,” ujarnya.
Selanjutnya pada tahun 2014, bersama Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyumbangkan emas untuk Indonesia pada Asian Games. Kemudian ia juga berhasil menjadi juara di sejumlah pertandingan di Thailand, Korea dan Prancis.
“Pada tahun 2016, Greysia kembali tampil pada ajang Olimpiade di Rio. Tapi waktu itu gagal meraih mendali,” katanya.
Setelah itu, Greysia dipasangkan dengan Apriyani Rahayu dan akhirnya berhasil meraih emas pada Olimpiade Tokyo 2020. Keberhasilan ini tentu sangat membanggakan, tidak hanya bagi keluarga saja, tapi juga Negara.
“Pada intinya, kesuksesan itu tidak dapat diraih hanya satu ada atau dua hari. Tapi butuh waktu dan proses yang panjang. Saya selalu sampaikan tetap semangat,” katanya. (ard)
| Baca Juga : Murah Senyum, Greysia Terinspirasi Pebulu Tangkis China Gao Ling









