Kepri Diminta Vaksinasi Warga Negara Asing

Vaksin Autoimun
Foto: Shutterstock

Batam (gokepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau diminta mengizinkan warga negara asing untuk mendapat vaksin Covid-19 karena minimnya akses vaksinasi untuk WNA.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Kepulauan Riau memohon pemerintah setempat melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk warga negara asing di daerah itu.

“Kami memohon ke Gubernur, kalau ada ketersediaan vaksin, kami mohonkan sama-sama dilakukan vaksinasi,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenhukham Kepri Husni Thamrin di Batam, Kamis (23/9).

Ia mengatakan dari seluruh WNA di Kepri, baru mereka yang menempati Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang yang sudah menerima vaksinasi COVID-19.

“Rudenim, kalau tidak salah semua sudah hampir semua atas bantuan Gubernur. Kepala Rumah Tetensi Imigrasi melaporkan kepada saya,” kata dia.

Sedangkan untuk tenaga kerja asing dan para pencari suaka yang berada di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang, belum mendapat vaksinasi.

Pihaknya masih mengajukan vaksinasi untuk TKA dan para pencari suaka.

“TKA yang bekerja ada perusahaannya. Ada sponsornya,” kata dia saat mendampingi Irjen Kemenkumham mengunjungi Kantor Imigrasi Batam.

Sementara itu, Kemenkumham terus berupaya meningkatkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Birokrasi dan Bersih Melayani (WBBM) di seluruh Indonesia.

Inspektur Jenderal Kemenhukham RI Razilu sengaja mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam untuk memberikan semangat untuk meraih WBBM dan wilayah bebas korupsi (WBK).

“Kami optimistis di 2021 akan meraih WBK dan WBBM yang jauh lebih banyak lagi dibandingkan tahun sebelumnya,” kata dia.

Ia mengatakan untuk meraih WBK dan WBBM maka diperlukan dua hal, yaitu menjaga dan merawat komitmen pimpinan bersama seluruh jajaran pimpinannya serta pastikan tidak ada berita viral yang negatif.

“Supaya tidak ada berita viral yang negatif maka mereka harus menjaga integritas, menjaga pelayanan sehingga tidak ada pengaduan, juga tidak ada penyalahgunaan kewenangan,” kata dia. (Can/ant)

|Baca Juga: Jokowi Apresiasi Capaian Vaksinasi Kepri

BAGIKAN