Batam (gokepri.com) – Proyek New Port of Batam di Tanjung Pinggir akan mendukung langkah BP Batam yang tengah mempercepat persiapan kota ini menjadi hub logistik internasional.
“Kapasitas Pelabuhan Batuampar masih hanya 520 ribu TEUs, kalau sesuai PP No. 41 tahun 2021 Batam menjadi hub logistik, maka dibangun New Port di Sekupang,” kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa 25 Januari 2022.
Muhammad Rudi menjelaskan Pelabuhan Batuampar yang ada saat ini diperkirakan tidak akan mampu menampung lonjakan pelayanan saat Batam menjadi hub logistik, karenanya dibutuhkan pelabuhan yang baru.
Pelabuhan di Batam diharapkan menjadi area kegiatan memindahkan muatan dari satu kapal ke kapal lainnya atau transhipment untuk kebutuhan internasional dan Indonesia, karenanya harus memiliki kapasitas yang besar.
“Hub kontainer akan dihidupkan di Batam, jadi seluruh kontainer di Batam bukan hanya untuk konsumsi warga kota saja. Tapi juga menjadi transhipment, maka itu bisa menjadi pemasukan bagi BP Batam, Pemda dan pemerintah pusat,” kata dia.
Pembangunan Newport akan segera dimulai, sesuai dengan keinginan pemerintah pusat. KPBPB Batam segera menyiapkan seluruh kebutuhannya, termasuk mempersiapkan regulasinya.
Ia menyampaikan, berdasarkan tata ruang maka Tanjungpinggir lokasi pembangunan Newport adalah untuk pariwisata, karenanya harus diubah menjadi pelabuhan. Pihaknya akan mengajukan rencana induk sekaligus perubahan tata ruang darat.
Sementara itu, sambil menunggu pembangunan pelabuhan baru selesai, revitalisasi Pelabuhan Batuampar akan terus dilakukan.
Menurut dia, nantinya Pelabuhan Batuampar khusus untuk kontainer nasional, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Sedangkan untuk pelabuhan ekspor impor tetap akan dilakukan di dua pelabuhan, sesuai dengan instruksi Menteri Koordinator Bidang Kemaritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Batam.
Untuk diketahui, BP Batam tengah mempercepat persiapan Kota Batam menjadi hub logistik internasional.
Batam Hub Logistik Internasional
Hub logistik internasional ini sebagai bagian program pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) tahun 2020-2045.
Batam akan berfokus pada bidang hub logistik internasional, industri kedirgantaraan, industri ligjt and valuable (high tech), industri digital dan kreatif, internasional trade and finance center serta pariwisata.
Pada pertengahan 2021, Muhammad Rudi mengatakan upaya persiapan Batam sebagai hub logistik internasional dengan membangun Pelabuhan Batu Ampar, selain Bandara Hang Nadim.
Sementara pada bagian sistem, BP Batam melaksanakan pembenahan dengan mendorong sistem daring di Pelabuhan Batu Ampar.
“Makanya, kami melakukan perbaikan sistem pelabuhan laut seperti Batam Logistic Ecosystem (BLE), perubahan Peraturan Kepala (Perka) BP Batam,” ungkap Rudi tahun lalu.
BP Batam melaksanakan regulasi PP Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelanggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang mengatur sistem elektronik.
Hub logistik internasional ini akan mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata yang terpadu dan memiliki daya saing.
Penulis: Engesti, Candra Gunawan
Baca Juga Topik Batam Hub Logistik Internasiona:
-
PERDAGANGAN BEBAS: Otorita Baru di Era Jokowi
-
Berhadapan Langsung dengan Tuas Mega Port Singapura, Ini Fakta-Fakta New Port of Batam
-
NEW PORT OF BATAM: Menekan Biaya Logistik Alasan Pemerintah Bangun Pelabuhan Baru
-
Sejalan dengan Pesan Presiden, Luhut Dorong Pelabuhan Tanjung Pinggir Segera Dikerjakan
-
Pemerintah Bangun Pelabuhan Peti Kemas Baru di Batam, Digadang-gadang Lebih Besar dari JICT








