Kenaikan Harga Minyak Goreng Meresahkan, Tim Ekonomi dan Polres Datangi Distributor

Tim Ekonomi Tanjungpinang mendatangi langsung sejumlah distributor untuk memastikan ada tidaknya penimbunan minyak goreng.
Tim Ekonomi Tanjungpinang mendatangi langsung sejumlah distributor untuk memastikan ada tidaknya penimbunan minyak goreng.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir dikeluhkan para pedagang dan pembeli. Seorang pedagang Pasar Bintan Center, Tika (34), mengaku kenaikan harga minyak goreng tersebut turut meresahkan para pembeli, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga.

“Sudah dua minggu ini naiknya, per liternya lebih dari Rp5 ribu,” katanya, Jumat 19 November 2021.

Harga minyak goreng di Tanjungpinang dan Bintan tersebut mengalami kenaikan bervariasi, tergantung dari merek minyak goreng tersebut. Namun rata-rata kenaikan berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp9 ribu.

HBRL

Minyak goreng yang biasa dijual antara Rp11 ribu sampai Rp13 ribu per liter naik menjadi Rp17 ribu sampai Rp 29 ribu. Bahkan untuk merek tertentu, harganya lebih tinggi lagi.

Tika mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga minyak goreng tersebut. “Saat membeli ke distributor, harganya sudah naik,” katanya.

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang memastikan tidak ada penimbunan dalam kenaikan harga minyak goreng saat ini.

Kepala Bidang (Kabid) Stabilitas Harga Disdagin Tanjungpinang, Mohammad Endy Febri menjelaskan persoalan kenaikan harga minyak goreng memang terjadi sejak beberapa waktu lalu di Tanjungpinang. Kenaikan itu cukup mengkhawatirkan mencapai Rp6 ribu per liter.

“Kami bersama tim ekonomi dari Polres Tanjungpinang memastikan ke distributor minyak bahwa kenaikan itu murni dari agennya yang ada di Jakarta dan Medan,” katanya.

Endy memastikan tidak ada permainan oleh pihak tidak bertanggungjawab atas kenaikan itu. Karena pihaknya sudah mendatangi langsung sejumlah distributor yang ada, tidak ditemukan penimbunan atau tindakan yang menyalahi aturan oleh distributor.

“Setelah kami periksa stok minyak goreng aman sampai akhir tahun dan tidak ada kendala. Yang kami awasi adalah tindakan penimbunan, jangan sampai ada orang yang memanfaatkan kondisi ini,” sebutnya. (wan)

Baca juga: Disperindag Kepri Telusuri Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng

Pos terkait