BATAM (gokepri) – Kota Batam terus menarik perhatian investor asing untuk berinvestasi. Baru-baru ini, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kedatangan dua calon investor asing dari Turki dan Hongkong yang tertarik untuk mengembangkan bisnis di kota ini.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyambut baik kedatangan kedua calon investor tersebut. Ia mengungkapkan bahwa potensi dari pengembangan Kota Batam saat ini telah dilihat oleh para calon investor. “Mudah-mudahan rencana ini dapat terwujud sehingga investasi di Batam pun terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” ujar Rudi, Rabu 29 Maret 2023.
Rudi menyatakan pihaknya terus berupaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung guna mendongkrak kenyamanan investor. Langkah lainnya pun dengan memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan.
“Kami menjamin dan mendukung penuh kemudahan investasi yang ada. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi investor. Karena orang yang ingin berinvestasi juga membutuhkan fasilitas yang memadai,” tambahnya.
Pertemuan antara kedua calon investor dari Hongkong dan Turki dengan BP Batam berlangsung pada 22 Maret 2023. Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan kedua calon investor tersebut bergerak di dua bidang berbeda. “Yang satu di bidang Liquified Natural Gas (LNG) dan bisnis kargo. Satu lagi di sektor produksi kaca,” ungkapnya.
Investasi asing di Kota Batam mendapat sinyal positif sepanjang tahun 2022 lalu. Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, investasi asing di Kota Batam naik 48,5 persen atau sebesar USD746,85 juta dengan jumlah 1.738 proyek.
Angka ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan pada tahun 2021 silam yang tercatat hanya sebesar USD 504,17 juta. Untuk komoditas investasi PMA terbesar di Kota Batam masih berupa golongan barang mesin/peralatan listrik dengan kenaikan sekitar 3,31 persen.
Sementara, ada lima negara dengan kontribusi terbesar yakni Singapura dengan nilai investasi sebesar USD480,2 juta, Perancis dengan nilai investasi USD91 juta, Jerman dengan nilai investasi USD45,3 juta, Taiwan dengan nilai USD41,3 juta, dan Hongkong dengan nilai USD28,1 juta.
Keberhasilan BP Batam dalam mendongkrak peningkatan nilai investasi asing juga memberikan pengaruh positif terhadap realisasi PMA di Provinsi Kepri. Dari catatan BKPM, Batam menyumbang persentase cukup besar terhadap realisasi investasi PMA di Kepri yakni 79,97 persen.
Dalam pertemuan beberapa hari lalu, Ariastuty menuturkan bahwa kedua calon investor tersebut meminta kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dan tim agar investasi yang diinginkan bisa terealisasi.
“Mereka tertarik dengan potensi Kota Batam dan siap untuk mengikti prosedur yang ada untuk mempercepat realisasi investasi ini,” pungkas Ariastuty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Nasib Dua Bandara Internasional di Kepulauan Riau








