Kemensos melanjutkan rekrutmen tenaga Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan 500 sekolah permanen pada 2029.
MAKASSAR (gokepri) – Lebih dari 13.000 orang kini menopang 182 titik Sekolah Rakyat yang menampung 44.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Kemensos terus membuka seleksi tahunan seiring kebutuhan tenaga dan target pembangunan 500 sekolah permanen pada 2029.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, tenaga yang tersedia mencakup guru, wali asrama, dan wali asuh. Kebutuhan terutama untuk pendampingan siswa di lingkungan sekolah berasrama akan menyesuaikan perkembangan kelas serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Saifullah menyampaikan hal itu di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026). Ia tidak merinci jumlah formasi baru yang dibuka tahun ini, tetapi memastikan seleksi akan berlanjut setiap tahun, terutama untuk mengisi posisi wali asrama dan wali asuh.
Baca Juga: Merajut mimpi dan masa depan dari bangku Sekolah Rakyat
Pada awal program, Kemensos mengandalkan bantuan sumber daya manusia dari lingkungan kementerian. Tenaga tersebut mencakup pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan unsur pilar sosial lainnya.
Seiring perkembangan program, kementerian mulai mengisi kebutuhan melalui seleksi terbuka dan transparan, dengan pola rekrutmen seperti penerimaan aparatur sipil negara berstatus PNS atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Setelah tenaga hasil seleksi tersedia, Kemensos akan menarik kembali pegawai yang sebelumnya diperbantukan.
“Ketika hasil seleksi selesai, SDM-nya sudah ada, maka yang diperbantukan di situ ditarik mundur,” ujar Saifullah.
Kebutuhan operasional Sekolah Rakyat tidak berhenti pada guru dan pengasuh. Kemensos juga melengkapi tenaga keamanan, juru masak, dan petugas kebersihan secara bertahap agar fasilitas sekolah dapat berfungsi dengan baik.
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, yakni Desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini mengusung pendekatan pengentasan kemiskinan terpadu. Selain pendidikan, Sekolah Rakyat terhubung dengan sejumlah program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta jaminan kesehatan melalui Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Keterhubungan program juga mencakup Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah sebagai bagian dari pendekatan terpadu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Berdasarkan data Kemensos, saat ini terdapat 182 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi, baik dalam bentuk rintisan maupun terintegrasi. Seluruh fasilitas tersebut menampung sekitar 44.000 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA dengan dukungan belasan ribu guru, wali asrama, dan wali asuh.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 Sekolah Rakyat sudah memiliki gedung permanen. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029. ANTARA
Baca Juga: Sekolah Rakyat Rempang Dibangun untuk Anak Keluarga Prasejahtera
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







