Karimun (gokepri.com) – Lebih dari seminggu, pertalite dan solar non subsidi kosong di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Jalan Poros.
SPBU tersebut dikelola Perumda Bumi Berazam Jaya atau dulunya disebut Perusda Karimun yang merupakan BUMD milik Pemkab Karimun.
Kekosongan BBM jenis pertalite dan solar non subsidi di SPBU Jalan Poros tentu saja menimbulkan kepanikan masyarakat Karimun.
Tak pelak, kondisi itu menimbulkan beragam asumsi di tengah masyarakat, termasuk di media sosial.
Bahkan, isu yang berkembang Perumda Bumi Berazam Jaya tidak memiliki uang untuk membeli BBM ke Tanjunguban.
Dirut Perumda Bumi Berazam Jaya, Devanan Syam gundah dengan berbagai isu miring yang berhembus di medsos seakan memojokkan dirinya.
Tak mau tinggal diam, Dev (sapaan akrabnya) kemudian menggundang awak media di Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Selasa, 18 Januari 2022 siang.
Dev kemudian menceritakan kondisi sebenarnya yang terjadi terkait kekosongan BBM di SPBU Jalan Poros.
“Kekosongan BBM jenis pertalite dan solan non subsidi karena kerusakan pada kapal transporter,” ujar Dev dihadapan puluhan wartawan di Karimun.
Selain itu, putusnya pasokan BBM juga karena terjadinya antrean panjang di Terminal BBM Tanjunguban serta kondisi cuaca buruk saat ini.
Dev menyebut, kuota pertalite untuk SPBU Jalan Poros 260 kiloliter, pertamax 30 kl dan solar 70 kl serta Dexlite (solar nonsubsidi) sebanyak 10 kl.
Penjelasan Dev sekaligus menepis isu tak benar yang beredar di tengah masyarakat.
“Jadi isu yang menyebut Perusda itu tak punya uang tidka benar,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra








