Kebijakan Baru, Beli Elpiji 3 Kg Harus Pakai Aplikasi MAP

kuota elpiji batam
Warga mengantre untuk membeli elpiji 3 kg di operasi pasar di Kantor Kecamatan Bengkong, Batam, 16 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam mewajibkan penggunaan aplikasi Merchant Application Pertamina (MAP) untuk pembelian gas elpiji 3 kg guna mempermudah pendataan dan pengawasan. Kebijakan ini bertujuan mengurangi antrean dan mencegah penimbunan serta penyelewengan gas subsidi.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, menyatakan penggunaan aplikasi ini akan mempermudah agen distribusi dalam pendataan gas elpiji. “Pembelian harus melalui MAP. Semua akan tersistem secara online, menggantikan pencatatan manual yang tidak transparan. Dengan demikian, pangkalan tidak akan kelabakan,” ungkapnya, 18 September.

Gustian menjelaskan aplikasi MAP memungkinkan masyarakat untuk memesan gas elpiji secara online, memantau stok, dan mendapatkan informasi mengenai harga yang berlaku.

HBRL

“Kami berharap aplikasi ini dapat mengurangi antrean dan praktik penimbunan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Penggunaan aplikasi ini juga membantu Disperindag dalam pengawasan distribusi gas elpiji, mengingat banyak pangkalan yang dilaporkan mendistribusikan gas subsidi ke tempat komersial. “Kami ingin mencegah penyaluran gas ke usaha seperti laundry dan restoran,” tambahnya.

elpiji 3 kg batam
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, di sela-sela operasi pasar elpiji 3 kg di Kantor Kecamatan Bengkong, 16 September. GOKEPRI/Muhammad Ravi

Kelangkaan Gas Melon

Diberitakan, kelangkaan gas elpiji 3 kg terjadi di Batam, mengakibatkan antrean pembelian di beberapa lokasi padat penduduk, seperti di Bengkong.

Pertamina Patra Niaga menegaskan stok elpiji 3 kg di Batam dalam kondisi aman. Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap wilayah yang mengalami kelangkaan gas melon.

“Kelangkaan gas elpiji 3 kg bersifat sektoral, terjadi di beberapa titik saja. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan lancar,” katanya, Selasa (17/9/2024).

Pertamina, Pemko Batam, dan Hiswana Migas telah melakukan penambahan alokasi gas elpiji tahap pertama pada 16 September 2024 di tiga titik, yaitu Kecamatan Bengkong dan Kecamatan Batam Kota. Penambahan alokasi tahap kedua akan dilaksanakan pada 18 September 2024 di Kecamatan Batuaji, Sekupang, dan Sagulung.

“Tahap pertama sudah berjalan di tiga lokasi dengan total penambahan sebanyak 4.480 tabung, dan akan dilanjutkan di Batuaji, Sekupang, dan Sagulung,” ungkapnya.

Sales Area Manager Kepulauan Riau (Kepri) Pertamina Patra Niaga, Bagus Handoko, menambahkan pihaknya juga akan menyalurkan fakultatif tambahan untuk seluruh pangkalan di Batam sebanyak 24.080 tabung.

“Silakan melakukan pembelian elpiji sesuai dengan reguler normal, tidak perlu panik, karena permasalahan di beberapa titik yang terindikasi masalah sudah kita atasi melalui fakultatif dan operasi pasar yang sedang kami jalankan,” katanya.

Pertamina dan Pemko Batam baru-baru ini melakukan sidak dan menemukan banyak pemilik usaha laundry di Batam yang masih menggunakan gas elpiji bersubsidi.

“Dari hasil sidak, masih ditemukan sekitar tujuh usaha laundry aktif yang menggunakan LPG subsidi 3 kg,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, terdapat sejumlah usaha yang dilarang menggunakan LPG bersubsidi, seperti yang tertuang dalam surat edaran Direktur Jenderal Migas No.B-2461/MG.05/DJM/2022. Beberapa usaha yang dilarang termasuk hotel, restoran, usaha penatu, peternakan, tani tembakau, batik, usaha jasa las, dan lain-lain.

“LPG bersubsidi 3 kg ditujukan untuk pemerataan akses energi bagi masyarakat, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran. Peran masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam pengawasan,” paparnya.

Baca: Distribusi Terlambat, Harga Elpiji 3 Kg Melambung Jadi Rp40 Ribu

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, menyatakan tidak ada kelangkaan gas elpiji di Batam.

“Armada laut yang digunakan untuk mendistribusikan gas elpiji dari Tanjunguban, Bintan, mengalami kesulitan berlayar karena cuaca buruk. Namun, stok masih cukup hingga Desember 2024,” paparnya.

Gustian juga menjelaskan sejumlah pangkalan di Batam mengalami kekosongan pasokan karena sedang dikenakan sanksi oleh Pertamina akibat belum menyerahkan laporan penjualan tepat waktu sesuai prosedur.

Ia memastikan bahwa pendistribusian gas elpiji 3 kg akan segera kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir, karena stok masih cukup hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait