Kawasan Coastal Area Jadi Magnet Menarik Wisman Datang ke Karimun

Kawasan Coastal Area nampak cerah di waktu sore. (Ilfitra/gokepri.com)

Karimun (gokepri.com) – Sore itu, air laut perlahan-lahan mulai surut. Hanya ada sedikit riak tanpa gelombang. Airnya begitu tenang.

Langit tampak begitu cerah, wara biru menggantung di atas khatulistiwa. Beberapa gumpalan awan berarak pelan. Menjelang petang, semburat jingga terpendar di batas cakrawala.

Sepasang remaja hanyut dalam senda gurau. Pandangan keduanya tertuju ke banyu biru. Bahagia betul mereka nampaknya. Duduk berjuntai kaki di sisi sebelah utara Coastal Area.

HBRL

Coastal Area memang indah di kala senja. Kawasan yang menjadi alun-alun Tanjungbalai Karimun itu menjadi magnet masyarakat untuk bertandang.

Apalagi, kawasan itu juga rumah bagi ribuan kawanan merpati, sehingga jadi daya tarik bagi wisatawan.

Panggung Puteri Kemuning Coastal Area. (Ilfitra/gokepri.com)

Menjelang sore, denyut nadi kehidupan masyarakat mulai terlihat. Hingga tengah malam, perputaran roda ekonomi terus menggeliat.

Coastal Area dibangun semasa pemerintahan Bupati Karimun, Nurdin Basirun pada pertengahan 2008 silam.

Kawasan itu salah satu tempat wisata yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Karimun.

Ada beberapa kisi-kisi yang menjadi bagian penting kawasan Coastal Area. Diantaranya, sembilan pilar merah putih yang berada di ujung selatan menghadap laut.

Kemudian, empat bangunan seperti kastil yang atapnya berbentuk limas menjulang tinggi berada di setiap sisi Coastal Area.

Selanjutnya, di tengah-tengah kawasan itu terdapat lapangan yang kerap dijadikan sebagai pusat kegiatan ataupun upacara pemerintahan di Karimun.

Dan kisi yang paling penting dari Coastal Area adalah Panggung Rakyat Puteri Kemuning. Panggung ini telah menorehkan sejarah panjang berbagai aktivitas penting yang dilaksanakan di Karimun.

Banyak sudah agenda penting yang dihelat di Panggung Puteri Kemuning Coastal Area, mulai dari kegiatan pemerintahan, sosial, olahraga, pentas seni hingga keagamaan.

Perhelatan teranyar yang dilaksakan di Coastal Area adalah Tabligh Akbar Halal Bihahal Pemkab Karimun yang mendatangkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Ribuan masyarakat Karimun tampak tumpah ruah mendengarkan langsung tausiyah agama dari sang habib asal Surakarta itu.

Ketenaran Coastal Area sebagai salah satu destinasi wisata andalan Karimun menjadi perhatian Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad berjanji akan terus mendorong perkembangan objek wisata potensial yang ada di seluruh Kepri, termasuk Karimun.

Merpati yang menghuni kawasan Coastal Area. (Ilfitra/gokepri.com)

“Kita akan terus dorong dan kembangkan objek-objek wisata yang potensial di Karimun,” ujar Ansar Ahmad usai menyalurkan bantuan bencana alam di Gedung Nilam Sari, Kamis, 30 Mei 2024.

Kata Ansar, secara geografis letak Kabupaten Karimun sangat strategis karena berada di perbatasan antara Malaysia dan Singapura.

“Karimun kan punya posisi yang unggul, karena dekat dengan Malaysia dan juga Singapura. Tinggal mengemas even-even apa saja yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Menurut dia, salah satu magnet yang paling kuat menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Karimun adalah Coastal Area.

“Orang asing itu suka yang aneh-aneh dan unik-unik, jadi coba fikirkan even yang unik di sini, ya seperti umpamanya panjat tebing, bersepeda. Bicara sepeda tidak hanya bisa dilakukan siang hari namun juga bisa pada malam hari,” ungkapnya.

Gubernur Ansar bahkan kagum dengan kegiatan bersepeda yang pernah dilakukan Pemkab Karimun, yakni jelajah wisata Karimun yang titik awalnya dimulai dari Coastal Area.

“Itulah salah satunya sport tourism. Kalau di Lagoi ada yang namanya Moon Run atau maraton pada malam bulan purnama, nah kalau di Karimun bisa saja ciptakan Coastal Area Festival Jazz Internasional,” katanya.

Dikatakan, dengan membuat even yang unik, tentu saja akan menjadi daya tarik wisawatan asing untuk datang ke Karimun.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait