Kasus Ibu Hamil Meninggal, Presiden Instruksikan Audit Rumah Sakit Papua

Palestina merdeka
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan solusi dua negara di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025). KTT tersebut merupakan rangkaian dari Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB. ANTARA/Fathur Rochman.

JAKARTA (gokepri) – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit terhadap seluruh rumah sakit di Provinsi Papua. Instruksi itu disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menanggapi kabar seorang ibu hamil yang disebut ditolak empat rumah sakit sebelum meninggal dunia.

Usai rapat terbatas dengan Presiden, Tito mengatakan telah meminta Gubernur Papua, Mathius Derek Fakhiri, mengunjungi rumah keluarga korban dan memberi bantuan.

“Perintah Beliau untuk segera lakukan perbaikan audit. Melakukan audit internal masalahnya di mana. Dikumpulkan rumah sakit-rumah sakit itu, termasuk juga pejabat-pejabat yang di Dinas Kesehatan dan lain-lain, baik provinsi, kabupaten dan yang (rumah sakit) swasta,” ujar Tito saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 24 November 2025.

HBRL

Tito menambahkan, audit dari Kemendagri akan mencakup aturan yang berlaku, termasuk peraturan bupati dan peraturan gubernur terkait layanan kesehatan. “Peraturan Bupati itu kan melibatkan Rumah Sakit Kabupaten Jayapura, kemudian juga aturan dari Peraturan Gubernur karena yang terakhir kan di rumah sakit umum provinsi namanya RSUD,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama tim dari Kemendagri pada hari yang sama sudah berada di Jayapura untuk mulai melakukan audit lapangan. Budi juga mengirimkan tim khusus guna melakukan audit teknis terhadap layanan kesehatan, untuk mengetahui pokok masalah dan merumuskan perbaikan, baik dari fasilitas, tata kelola, SDM, maupun aturan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari di Kabupaten Jayapura memastikan telah menangani pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan tim akan melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. ANTARA

Baca Juga: Cairan Ketuban Ibu Hamil Mengandung Mikroplastik, Apa Risikonya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait