BATAM (gokepri) – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Polisi Yan Fitri Halimansyah, memastikan seluruh pihak telah berupaya maksimal menangani buaya yang lepas dari penangkaran dan menyebar ke perairan.
“Prinsipnya, kami aparat negara, yang terdiri dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah, berupaya sekuat tenaga untuk mengantisipasi,” kata Yan di Batam, Selasa 21 Januari 2025. “Hingga kini, 34 buaya telah dievakuasi.”
Masyarakat, bahkan hingga ke negara tetangga Singapura, merasa khawatir dengan lepasnya puluhan buaya ini. Menurut Yan, kekhawatiran tersebut wajar sebagai respons terhadap bahaya.
Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, seperti serangan buaya ke masyarakat atau pemukiman, Yan mengimbau agar warga tidak mengganggu buaya.
“Buaya sama seperti manusia, jika tidak diganggu, mereka juga tidak akan mengganggu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yan mengimbau masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam dan kebersihan lingkungan agar tidak mengundang reptil tersebut.
“Masyarakat pesisir, terutama nelayan yang beraktivitas di pantai, harus berhati-hati agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” imbuhnya.
Yan menjelaskan, jebolnya tanggul atau dinding kolam penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) disebabkan hujan deras yang memicu banjir dan meluapnya air hingga menjebol pagar kolam di Pulau Bulan.
“Berdasarkan informasi dan data pemeriksaan, pagar pembatas kolam jebol akibat hujan deras selama tiga hari berturut-turut. Volume air yang besar merusak pagar hingga jebol,” terang Yan.
Peristiwa lepasnya buaya dari penangkaran terjadi pada Senin (13/1) pukul 07.00 WIB. Informasi jebolnya tanggul atau tembok pagar kolam di Pulau Bulan akibat tingginya debit air hujan diterima dari masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, BBKSDA, Pemkot Batam, dan pihak perusahaan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi buaya. ANTARA
Baca Juga:
Kronologi Jebolnya Penangkaran Buaya di Pulau Bulan
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News









