BATAM (GoKepri.com) – Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal IV mengerahkan KAL Marapas I-4-65 melaksanakan patroli lanjutan terhadap Kapal Tanker Young Yong yang kandas di perairan Pulau Nipah, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu 30 Oktober 2022.
Kapal tanker Young Yong yang bermuatan crude oil dan berbendera Djibouti tersebut kandas pada posisi 01 07 655 U – 103 42 429 T dan sampai saat ini KAL Marapas masih melaksanakan patroli di sekitar kapal tanker tersebut.
Komandan KAL Marapas Kapten Laut (P) Almahdi mengatakan patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kebocoran crude oil pada tanki kargo dan tidak mengganggu lalu lintas TSS Singapura-Indonesia. “Kami lakukan patroli untuk pengamanan,” kata dia.
Saat itu telah dilaksanakan penyelaman untuk mengecek seluruh bagian kapal namun hasil nihil disebabkan arus yang begitu kuat, penyelaman akan dilaksanakan kembali pada hari Senin 31 Oktober 2022. Informasi dari agen Kapal PT Bintang Samudera Utama (BSU) akan dicarikan kapal tanker spek yang sama untuk Ship to ship cargonya.
Informasi adanya kapal kandas ini di terima personel Posal Nipa pada hari Kamis 27 Oktober 2022. Sampai saat ini, Satrol Lantamal IV tetap melaksanakan Pengamanan dan Patroli di area tersebut.
Patroli yang dilaksanakan hari ini berjalan dengan aman dan lancar namun penyelaman harus ditunda sebab arus kuat di area tersebut, dan akan dilanjutkan pada Senin.
Diberitakan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kementerian Perhubungan, mengerahkan dua kapal patroli untuk mengevakuasi Kapal Tanker MT Young Yong berbendera Djibouti yang kandas di Selat Singapura dekat Pulau Takong Kecil, Kota Batam, Kepulauan Riau.
“Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa dan pencemaran, kami berusaha melakukan evakuasi secepatnya. Evakuasi juga dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” kata Direktur KPLP Capt. Mugen S.Sartoto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dikatakan, kapal kandas sejak 27 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB dievakuasi secara hati-hati karena lokasi kandasnya kapal itu berada di jalur pipa gas Singapura.
MT Young Yong bertolak dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia, menuju Pulau Nipa, Kabupaten Karimun, Kepri, pada 18 Oktober. Kapal itu mengangkut 284.429 ton minyak dan dilaporkan tidak ada korban jiwa dan pencemaran.
Lebih lanjut Mugen mengatakan MT Young Yong berukuran panjang 332 meter dan lebar 58 meter, kapal tersebut diawaki oleh 25 orang dan dioperasikan oleh East Wind Ship Management Ltd. Perusahaan yang bermarkas di Hong Kong itu memiliki kantor perwakilan di Singapura.
KPLP melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Uban mengerahkan 1 (satu) unit kapal KNP. Rantos P-210 dan KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun mengerahkan KNP. 366 ke lokasi pada 27 Oktober.
Delapan petugas di kedua kapal patroli KPLP tersebut ditugaskan melakukan survei untuk mengecek kondisi dasar laut tempat MT Young Yong kandas dan melakukan pengawasan serta Pengamanan terhadap kandasnya MT.Young Yong di perairan Takong Kecil / Pulau Nipah.
“Saat ini telah ditangani oleh instansi terkait yakni KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban dan pemilik kapal melalui Agent Pelayaran untuk mengambil langkah-langkah upaya penyelamatan,” kata Mugen.
Baca Juga: Transaksi Solar Ilegal di Laut Kepri, Kapal Tanker MT Zakira dan MT Blue Stars Ditangkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti










