Kapal Kayu Tanpa Awak Terbakar di Tanjung Uban, Diduga Angkut BBM

Kapal terbakar di Tanjung Uban
Asap tebal membubung dari kapal kayu tanpa nama yang terbakar di perairan Selat Riau, Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Kamis (23/10) dini hari. Kapal tersebut dilaporkan tanpa awak dan diduga mengangkut bahan bakar jenis Pertamax. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) — Sebuah kapal kayu tanpa nama terbakar di perairan Selat Riau, Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Kamis 23 Oktober dini hari. Tidak ada awak kapal maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapal ASD Transko Dara 3202 milik Pertamina pertama kali melihat kepulan asap pada pukul 05.18 WIB. Melalui radio, awak kapal segera melaporkan kebakaran itu kepada pusat operasi dan mendapat instruksi untuk memberi bantuan. Sekitar 20 menit kemudian, mereka tiba di lokasi dan memadamkan api menggunakan fire monitor setelah memastikan kapal kayu itu kosong. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.24 WIB.

Selain kapal milik Pertamina, tiga kapal dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban juga dikerahkan: KN Sarotama P.112, KN 547, dan KN 546. Pemadaman dilakukan bersama di tengah kepulan asap tebal. “Kami berkoordinasi dengan kapal lain di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada korban,” kata Komandan KN Sarotama P.112.

HBRL

KN 546 melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Namun hingga api padam, tak ditemukan tanda-tanda keberadaan awak kapal. Sekitar pukul 06.45 WIB, kapal yang terbakar itu tenggelam ke dasar laut.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan satu drum berisi bahan bakar jenis Pertamax, yang diduga menjadi muatan kapal. Belum diketahui asal dan tujuan kapal tersebut. Otoritas PLP Tanjung Uban masih menelusuri identitas kapal dan pemiliknya.

Hingga Kamis pagi, tidak ada tanda pencemaran minyak di sekitar area kebakaran. Sejumlah pelabuhan swasta dan fasilitas industri berada tak jauh dari lokasi, termasuk Pelabuhan Tangker Kabil dan Pelabuhan CPO Kabil.

PLP Tanjung Uban mengimbau nelayan di perairan Selat Riau untuk melapor bila menemukan serpihan atau barang yang diduga milik kapal. Penyelidikan tengah difokuskan untuk mengungkap asal muatan bahan bakar dan alasan kapal itu melintas tanpa awak.

Baca Juga: Kapal Tanker Terbakar di Batam, Lima Pekerja Dilaporkan Tewas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait