Kampung Aceh Digusur, Berantas Peredaran Narkotika hingga Tuntas

Kampung Aceh Batam
Tim gabungan TNI-Polri dan Satpol PP menggusur Kampung Aceh, Mukakuning, Kota Batam, Jumat 31 Maret 2023. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam dan aparat hukum menggusur lokasi peredaran narkotika dan perjudian yang dikenal sebagai Kampung Aceh. Upaya memberantas narkotika di kampung yang berlokasi di kawasan Mukakuning itu sampai tuntas.

Tim gabungan TNI dan Polri bersama Satpol PP dibantu beberapa ormas telah diterjunkan ke Kampung Aceh, Muka Kuning Batam pada Jumat pagi hingga siang, 31 Maret 2023. Mereka menggusur tempat-tempat yang disinyalir sebagai sarang narkotika dan perjudian yang sudah berlangsung bertahun-tahun di lokasi tersebut.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Tri Nugroho menjelaskan penggusuran ini dilakukan untuk memberantas perjudian dan narkoba di Simpang Dam atau Kampung Aceh. Setidaknya ada tujuh tempat yang akan dilakukan penggusuran secara bertahap. Empat di antaranya adalah sarang narkoba dan tiga tempat lainnya adalah tempat bermain judi atau dikenal dengan Gglper. “Untuk memberantas perjudian dan narkoba yang ada di simpang DAM (Mukakuning) ini,” kata Kapolres. “Hari ini kami bongkar semuanya.”

HBRL

Baca Juga: Kampung Aceh Digerebek, Puluhan Penjudi dan 4 Orang Sedang Nyabu Diciduk

Untuk mencegah kegiatan peredaran narkoba terjadi lagi, pemasangan CCTV dan penjagaan oleh aparat keamanan akan dilakukan di lokasi perkampungan Rulli Kampung Aceh. “Jadi yang keluar masuk di sini apa aktivitasnya bisa terpantau. Jangan sampai aktivitas narkoba terjadi lagi,” ujar Kombes Pol Tri Nugroho.

Menurut Kombes Pol Tri Nugroho, rencananya CCTV akan dipasang di sejumlah titik dan aparat keamanan akan melakukan pengawasan dan patroli secara intensif di kampung tersebut. Ia juga menambahkan tindakan penggusuran ini merupakan upaya untuk menghapus stigma negatif dari Simpang DAM atau Kampung Aceh yang dikenal sebagai tempat peredaran narkotika.

Salah seorang warga Kampung Aceh, Wista mengaku senang tempat perjudian digusur oleh tim gabungan. “Kami tentu mendukung. Yang datang ke lokasi ini pendatang bukan kami. Kami mendukung, kalau bisa bongkar saja semua tapi rumah kami jangan,” kata dia.

Ia dan warga lainnya mengaku sudah resah dengan aktivitas yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal mereka. “Sudah bertahun-tahun tapi kami bisa apa. Yang penting kami tidak ganggu dan menggangu juga sudah cukup,” katanya. Ia berharap tim gabungan serius dalam memberantas peredaran narkoba, perjudian dan lainnya di lokasi ini. “Kalau bisa berantas semua jangan setengah-setengah. Di belakang sana masih banyak,” kata dia

Kampung aceh Batam digusur

Penggusuran ini langkah selanjutnya setelah penggerebekan pada 21 Maret lalu. Saat itu, sebanyak 210 personel ganbungan Polri, TNI dan Satpol PP diturunkan ke Kampung Aceh. Sebanyak 37 orang ditangkap karena diduga menggunakan narkotika. Pemerintah akan merelokasi warga kampung ini agar peredaran narkotika bisa diberantas sampai tuntas.

Beberapa waktu lalu Kapolda Kepri Irjen Tabana Bangun meminta kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk merelokasi kawasan tersebut. Sebab, di kawasan itu tidak hanya ditinggali oleh penghuni dewasa, tapi juga banyak anak-anak yang tinggal di sana. Tabana menyebut kawasan tersebut tidak ramah anak dan dengan banyaknya aktivitas kejahatan akan berdampak buruk pada psikologis anak.

Simak Video Kampung Aceh Digusur:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Candra Gunawan

Pos terkait