Kampanye di Batam, Mahfud MD Janji Perangi Korupsi

Capres mahfud MD saat melakukan kampanye akbar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam, Minggu (4/2/2024). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD mengatkaan bahwa korupsi merupakan biang dari kemiskinan. Hal itu disampaikannya saat berkampanye di Kota Batam, Minggu, 4 Februari 2024.

“Jumlah ini (kemiskinan) masih banyak, seandainya di Indonesia ini tidak ada korupsi mungkin orang miskin sudah habis. Oleh sebab itu, ke depan saudara sekalian, kita harus bersama-sama memerangi korupsi,” ujarnya.

Mahfud mengatakan, kemiskinan masih menjadi persoalan yang harus dihadapi. Menurut catatannya, dari waktu ke waktu kemiskinan selalu berkurang.

HBRL

Baca Juga: Mahfud MD Janji Selesaikan Persoalan Tenaga Kerja hingga Agraria di Batam

Mulai dari awal-awal tahun kemerdekaan, 1945 hingga 20 tahunan kepemimpinan presiden Soekarno, kemiskinan mencapai 56 persen diikuti masa pemerintahan presiden Soeharto masih 18 persen.

“Era reformasi pada saat dipimpin oleh 4 presiden secara bergantian yaitu Pak Habibie, Abdurrahman Wahid, Ibu Megawati, Pak SBY dan Bapak Joko Widodo itu sekarang orang miskin sudah tinggal 9,3 persen,” katanya.

Menurutnya, jumlah tersebut masih dalam kategori banyak. Mahfud berandai, apabila di Indonesia tidak ada korupsi mungkin orang miskin sudah tidak ada. Maka dia mengajak, para pendukung harus bersama-sama memerangi korupsi.

“Dari hasil untuk memerangi korupsi ini, kita tentu akan membangun kesejahteraan rakyat, untuk petani akan dijamin kegiatan-kegiatannya, begitu juga untuk nelayan,” katanya.

Mahfud mengatakan bila rakyat mempercayakan Ganjar-Mahfud menjadi pemimpin, maka mereka akan membuat program bagi siapapun petani dan nelayan di seluruh Indonesia yang berutang kepada negara, utangnya akan diputihkan jika pertaniannya gagal atau sebagai nelayan tidak produktif lagi.

Bagi Mahfud, tugas negara adalah menyejahterakan rakyat, apalagi masih banyak orang dalam kategori miskin ektrem. Menurutnya, kemiskinan terjadi karena pendidikan dan keterampilannya yang sangat rendah.

“Mengapa pendidikannya rendah, karena ekonominya lemah sehingga tidak mampu menyekolahkan anak. Oleh sebab itu, kami juga menyediakan dan bertekad memberikan anggaran pendidikan untuk keluarga miskin,” katanya.

Jika Ganjar-Mahfud terpilih ia menjanjikan setiap keluarga miskin akan diambil satu keluarganya untuk disekolahkan sampai perguruan tinggi.

“Kalau nanti dia ini nanti sudah menjadi sarjana kita suruh pulang ke rumahnya bangun saudara-saudaranya agar nanti juga menjadi maju dan mencari bibit-bibit baru untuk dididik di Indonesia,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait